
Jawa - Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi menyatakan rumput laut potensial dikembangkan di perairan daerah tersebut, dan dapat menjadi sumber pendapatan bagi daerah.
"Saya sudah mendapat laporan dari dinas terkait kalau perairan kita cocok untuk pengembangan rumput laut," katanya di Pandeglang, Senin.
Untuk itu, ia mengatakan telah menginstruksikan pada Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) agar mengoptimalkan budidaya rumput laut, sehingga ke depan bisa menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD).
Pengelolaan rumput laut, kata dia, telah dilaksanakan namun belum maksimal, atau baru sekitar 70 persen, dan baru dikembangkan di Desa Cigorondong, Kecamatan Sumur.
Ia berharap, ke depan budidaya rumput laut akan dilaksanakan di kecamatan lain, yang memiliki pantai, sehingga komoditi tersebut bisa menjadi andalan pendapatan dari sektor keluatan dan perikanan.
Sistem budidaya yang diterapkan para petani setempat, menurut dia, dengan menggunakan tali, karena dinilai lebih aman dari hempasan ombak.
Budidaya rumput laut, memiliki prospek cukup bagus karena permintaan pasar terhadap tanaman air itu cukup banyak.
"Rumput laut merupakan bahan baku untuk aneka jenis minimanan, makanan bahkan industri," katanya.
Untuk kebutuhan industri, rumput laut di antaranya menjadi bahan baku es krim, pengolahan tekstil, pabrik farmasi, semir sepatu, dan pabrik cat, serta bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman, campuran pakan ternak dan bahan baku kosmetik.
"Rumput laut dikenal juga sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakait, seperti batuk, asma dan bronkhitis," katanya.