
BINTAN – Rumput laut atau rengkam pada musim monsoon angin utara cukup berlimpah. Bahkan terlalu melimpahnya rengkam ini menjadi sampah di laut yang sering mengotori wajah pantai dan merusak jaring nelayan. Bila sudah membusuk air laut menjadi bau dan membuat tidak nyaman bila duduk di pantai.
Lain bila rengkam ini dimanfaatkan para nelayan, justru pada musim monsoon utara dapat membantu kehidupan. Biasanya sebagian nelayan kerap mengumpulkan rengkam di laut dengan menggunakan sampan dibawa ke darat, lalu dijemur dan dijual untuk dijadikan pupuk tanaman bagi petani.
Seperti yang dilakukan nelayan di Berakit, Teluksebong. Beberapa nelayan beramai-ramai mengumpulkan rengkam tersebut dan dijual kepada petani. Cukup lumayan harga rengkam kering untuk 1 kg Rp 1000. “Kalau sudah kering harganya Rp 1000 per kilogramnya,” ujar Fauzan, warga Kampung Berakit, disela-sela mengeringkan rengkam yang dibawa dari sampan.
Katanya, untuk rengkam basah satu sampan penuh bila sudah kering beratnya sekitar 20 kilogram. Meski harga rengkam ini murah, namun cukup untuk menambah pendapatan ditengah sulitnya perekonomian akibat musim monsoon angin utara.
“Lumayan untuk tambahan pendapatan. Ditengah kesulitan ekonomi karena paceklik pada musim utara gelombang laut kuat. Kalau mengumpulkan rengkam cukup di pinggir-pinggir saja. Bahkan di pantai juga melimpah. Saking banyaknya malah menjadi sampah yang berbau busuk,” kata Fauzan lagi.