
Berita tentang keunggulan bibit yang berasal dari Maumere (Kappaphicus alvaerzii) telah menjadi buah bibir di kalangan petani rumput laut bagian selatan sulawesi selatan. Bukan hanya keunggulan dalam hal besar batangnya (tallus), tapi juga perbandingan berat basah ke kering yang lebih tinggi. Selain itu, harganya lebih menjanjikan di pasar eksportir.
Pak Lili Akbar dan beberapa petani rumput laut di Desa Papan Loe, Bantaeng sudah tidak sabar menanti pelaksanaan uji coba bibit maumere di desanya. Persiapan dan pemantapan ujicoba bibit maumere dilakukan dengan mengadakan beberapa kali pertemuan petani. Tujuan pertemuan ini untuk memastikan siapa saja petani yang bisa ikut dalam uji coba kali ini.
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi petani untuk bias terlibat dalam uji coba bibit maumere ini, seperti pengetahuan waktu (bulan) tanam yang cocok bagi rumput laut. Hal ini penting sebagai penunjang keberhasilan uji coba. Selain persyaratan kondisi alam tersebut, petani juga harus mencoba metode baru dalam teknis dan sistem kelompok, yaitu:
1. Setiap petani harus menyiapkan 2 bentangan dengan tali no 5.
2. Setiap ikatan bibit pada loop minimal 100 gram dengan jarak antar loop 15 cm.
3. Apabila trial ini berhasil, maka petani yang mengikuti trial mempunyai kewajiban untuk memberikan kepada petani alin minimal sebanyak bibit yang di dapatkan.
Bibit uji coba yang disediakan sebanyak 500 kg akan dibagikan kepada 16 petani. Setiap petani mengikat bibit uji coba tersebut ke betangannya masing-masing. Jumlah bibit ujicoba yang berhasil diikat menjadi milik petani tersebut dan akan dipelihara oleh petani tersebut.
Dalam uji coba ini, nampak bahwa petani yang tidak biasa mengikat bibit dengan ikatan yang besar akan terlihat kesulitan dan bahkan merasa tidak percaya kalau bibit yang diikat harus sebesar 200 gr. Setiap bentangan memerlukan bibit maksimal 5 kg. Dengan trial ini, petani harus mengikat 3 kali lipat dari sebelumnya dengan panjang bentangan yang sama.
Seorang petani membuat pengakuan polos, “kalau seperti ini pak, seharusnya sudah di panen, bahkan rumput laut yang kami panen saja jarang sebesar ini”. Biasanya untuk bibit 500 kg mereka sudah bisa mengikat hingga 120 bentangan sedangkan kali ini, mereka hanya mengikat pada 30 bentangan saja.
Pelaksanaan trial kali ini menjadi istimewa karena dihadiri oleh staff dari DKP Bantaeng dan DKP Pusat. Menurut staff tersebut, umumnya petani mengeluhkan kurangnya petani yang mau mengadopsi metode tanam dengan bibit yang besar dengan jarak tanam yang lebih lebar.