
Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal berencana membangun industri pengolahan rumput laut di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
"Rencana pembangunan industri pengolahan rumput laut di Wakatobi itu disampaikan Menteri PDT Helmy Faishal Zaini saat berkunjung ke Wakatobi pekan lalu," kata Bupati Wakatobi Hugua di Wangiwangi, Minggu (24/6).
Menurut Hugua, Menteri PDT menjanjikan pendirian industri pengolahan rumput laut tersebut setelah melihat langsung sentra pengembangan budi daya rumput laut di Desa Liya Mawi, kecamatan Wangiwangi Selatan dan sekitarnya.
Di sejumlah desa di Wangiwangi Selatan tersebut, kata dia, produksi rumput laut pada setiap kali panen mencapai ratusan ton.
"Saat ini para petani yang membudidayakan rumput laut di Wangiwangi Selatan termasuk di wilayah kecamatan lain di Wakatobi, selalu menjual produksi rumput lautnya ke tengkulak atau pedagang pengumpul yang harganya tidak menentu," katanya.
Ia mengharapkan Kementerian PDT segera merealisasikan pembangunan industri pengolahan rumput laut tersebut, sehingga para petani di Wakatobi bisa menjual hasil panen rumput laut langsung ke industri.
"Para petani rumput mengharapkan kehadiran industri penolahan rumput laut itu, karena selain bisa mendapatkan harga yang wajar, juga bisa membebaskan mereka dari permainan para tengkulak," katanya.
Menurut Bupati Hugua, potensi pengembangan budidaya rumput laut di Wakatobi cukup besar, yakni sekitar 9.000 ton lebih rumput laut kering per tahun.
Namun dari potensi tersebut yang dimanfaatkan para petani baru sekitar 35% atau sekitar kurang lebih 3.800 ton lebih per tahun.
"Dengan pendirian industri pengolahan rumput laut di Wakatobi, potensi pengembangan budi daya rumput laut bisa dimanfaatkan secara maksikmal," katanya.