
TERNATE: Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bambang Sutejo, mengatakan lokasi pembangunan pabrik rumput laut di Maluku Utara tetap di Kota Ternate, meski ada sejumlah kalangan keberatan.
Dirjen mengatakan hal tersebut hari ini, menanggapi keberatan dari sejumlah kalangan di Malut atas rencana pembangunan pabrik rumput laut di Ternate, karena daerah tersebut bukan daerah penghasil rumput laut.
Pabrik rumput laut senilai Rp2,5 miliar dibiayai APBN tahun 2011 yang akan dibangun di Ternate, merupakan proyek Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengoptimalkan pemanfaatan produksi rumput laut di Malut.
Menurut Dirjen, Ternate memang bukan daerah penghasil rumput laut di Malut, tapi memiliki infrastruktur yang sangat mendukung untuk pembangunan pabrik rumput laut.
“Ternate memiliki bandara dan pelabuhan yang memadai, sehingga akan memudahkan pengiriman produksi pabrik rumput laut, baik untuk tujuan antarpulau maupun ekspor,” katanya.
Selain itu kata Dirjen, Ternate merupakan sentra arus transportasi di Malut, sehingga memudahkan masyarakat yang membudidayakan rumput laut di berbagai daerah di Malut untuk memasarkan produknya.
Sebelumnya, Direktur Lembaga Pesisir dan Kelautan Ternate, Thamrin Ali Marsaoly mengatakan pembangunan pabrik rumput laut di Malut seharusnya di Morotai, Halmahera Selatan dan Kepulauan Sula, karena ketiga daerah ini merupakan sentra pengembangan rumput laut di Malut.
Kalau rumput laut dibangun di Ternate, para pengusaha pengumpul rumput laut di ketiga daerah tersebut harus mengeluarkan biaya angkut yang cukup mahal ke Ternate.
“Kondisi ini tentu akan berakibat pada harga pembelian rumput laut di tingkat masyarakat, karena pengusaha akan menutupi biaya angkut ke Ternate dengan cara menekan harga pembelian rumput laut pada masyarakat,” katanya.