
Produksi rumput laut Indonesia pada tahun 2014, ditargetkan mencapai 10 juta ton. Pencapaian target tersebut diimbangi dengan melakukan pengembangan inovasi teknologi pengembangan rumput laut.
Pemerintah optimis akan mampu mencapai target tersebut pada tahun 2014, ungkap Peneliti Balai Riset Perikanan dan Budi Daya Balai Air Payau (BRPBBAP), Petrus Rani Pong di Mamuju, Ranu, (16/6).
Petrus mengatakan, pemerintah optimis dengan target peningkatan produksi rumput laut dari sekitar 2,6 juta ton pada tahun 2010 ini menjadi sekitar 10 juta ton ditahun 2014.
Kenaikan tersebut dimungkinkan karena diterapkan inovasi teknologi pengembangan budi daya rumput laut. Menurut dia, saat ini sedang diupayakan pengembangan inovasi pengembangan rumput laut di Indonesia dengan model budi daya modulan yakni percepatan hasil panen dengan masa waktu sekitar 30 hari sampai 45 hari, seperti dikutip Antara.
Pemerintah juga telah melengkapi fasilitas pengembangan usaha rumput laut dengan membantu para kelompok tani yang jumlahnya ribuan di Indonesia. Target tersebut juga akan dicapai dengan perluasan areal usaha rumput laut di Indonesia yang luasnya sekitar 2,1 juta hektare menjadi sekitar 2,6 juta hektare di tahun 2010, jelas Petrus.
Menurut Petrus, peningkatan usaha rumput laut di Indonesia yang dilakukan pemerintah karena tingginya permintaan ekspor dari luar negeri seperti Korea, Cina dan Jepang. "Usaha rumput laut sangat menjanjikan untuk dikembangkan pemerintah karena berpeluang meningkatkan pendapatan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya karena permintaan rumput laut di luar negeri sangat tinggi," katanya.
Spesies rumput laut di Indonesia yang paling disukai di luar negeri dari tujuh spesies rumput laut yang dominan dikembangkan petani rumput laut di Indonesia, adalah spesies Kappaphycus, jelasnya.
"Spesies rumput laut tersebut berpeluang dan berkualitas ekspor, sangat dibutuhkan luar negeri sehingga sangat cocok dikembangkan petani rumput laut di Indonesia. Selain itu juga sesuai dengan kondisi alam di negera kita," katanya.