
Malaysia akan mulai membeli rumput laut Sulawesi Selatan pada Juni 2010. Kerja sama perdagangan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman antara kedua wilayah 15 Januari lalu.
Dimulainya kerja sama perdagangan rumput laut ini diungkapkan oleh Director Felda Palm Industries Yakob Haji Kasolah, salah satu pengusaha asal Sulsel di Malaysia yang selama ini menjadi penghubung antara kedua wilayah di Makassar, Jumat.
"Juni, Sulsel mulai mengekspor rumput laut ke Malaysia sekitar 60 ton melalui Asosiasi Pengusaha Rumput Laut Indonesia (Asperli) Sulsel," katanya usai mengikuti kunjungan silaturahmi Gubernur Sabah Malaysia Tun Datuk Seri Panglima Haji Ahmad Shah bin Abdullah Tuan Yang Terutama Yang Dipertua Negeri Sabah bersama 40 pengusaha dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
Ia menambahkan, untuk ekspor jagung dan kakao masih akan dirinci kemungkinan paling lambat dimulai Juli. Kerja sama dilakukan karena Sulsel diketahui sebagai produsen rumput laut terbanyak kedua di dunia dan terbanyak di Indonesia sementara di Malaysia kekurangan dan hanya didukung oleh Sabah sebagai daerah produsen rumput laut di negeri jiran itu.
Pada penandatangan nota kesepahaman Januari lalu Menteri Pertanian dan Industri Atas Tani Malaysia Datuk Seri Moh. Haji Umar mengatakan, Malaysia membutuhkan sebanyak 12 ribu ton rumput laut per tahun untuk bahan makanan jadi dan non makanan.
Data terakhir Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulsel menargetkan produksi pada 2010 sebanyak 845.480 ton dan sebanyak satu juta ton pada 2013.