
Sulawesi Tengah (Sulteng) menetapkan rumput laut sebagai komoditas utama yang akan dikembangkan secara besar-besaran dalam lima tahun ke depan dengan perkiraan produksi tumbuh rata-rata 28 persen lebih tiap tahun.
"Tekad kita adalah menjadi provinsi penghasil rumput laut terbesar di Indonesia pada tahun 2011," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng Hasanuddin Atjo di Palu, Senin (1/3/2010).
Dalam rapat sinkronisasi program Kelautan dan Perikanan yang diikuti oleh seluruh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan se-Sulteng pekan lalu, ditetapkan target produksi rumput laut Sulteng akan naik dari sekitar 720.000 ton pada 2010 menjadi 1,9 juta ton pada 2014 atau tumbuh 28 persen lebih tiap tahun.
Pada 2008, katanya, Sulteng berada pada posisi ketiga penghasil rumput laut nasional dengan produksi 208.000 ton lebih setelah Sulsel 690.000 ton dan NTT 566.000 ton lebih. Sedangkan pada 2011, produksi rumput laut Sulteng -- saat menjadi daerah penghasil terbesar di Indonesia -- diprediksi mencapai 920.000 ton.
Teluk Tomini, katanya, akan menjadi sentra pengembangan budidaya rumput laut baik yang akan dilakukan oleh nelayan/masyarakat pesisir setempat maupun yang melibatkan investor swasta.
"Semua kabupaten memiliki potensi budidaya rumput laut namun Teluk Tomini yang meliputi Kabupaten Parigi Moutong, Poso, Tojo Unauna dan Banggai akan menjadi sentra utara," ujarnya.
Dia berharap, dana alokasi khusus (DAK) yang akan diturunkan tahun 2010 ini akan fokus pada pengembangan rumput laut terutama bagi daerah yang terletak di Teluk Tomini.
Dana alokasi khusus sektor kelautan dan perikanan Sulteng tahun ini naik 150 persen dari tahun 2009 yang mencapai sekitar Rp33 miliar, katanya.
Pengembangan rumput laut juga akan melinatkan investor dari Korea Selatan yang akan mengembangkan alga merah (geliddium sp) yang akan menjadi bahan baku industi biofuel.
Pengembangan rumput laut ini juga mendapat dukungan lintas sektor dimana Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mulai tahun ini akan menempatkan ratusan transmigran bahari (nelayan dan pembudidaya komoditi kelautan) di kawasan transmigrasi kota terpadu mandiri (KTM) Tomini Raya, Kabupaten Parigi Moutong.