
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Palu, Kamis pagi, 21 Januari 2010 menggelar diskusi tentang peluang dan prospek pengembangan rumput laut. Diskusi yang digelar di salah satu ruang kelas tersebut menghadirkan narasumber utama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, DR. Ir. Hasanuddin Atjo, MP. Turut hadir pada kesempatan tersebut, perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Palu, Dinas Pertanian, Kehutanan dan kelautan Kota Palu, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal Kota Palu.
Dalam sambutan pengantarnya, Kepala SMK Negeri 6 Palu, Drs. Djuani Hamdi menyatakan bahwa sebagai salah satu jurusan, Budidaya Rumput Laut telah menunjukkan eksistensinya dalam membantu pengembangan budidaya rumput laut di Provinsi Sulawesi Tengah melalui penyebarluasan informasi kepada para pembudidaya. Namun disisi lain, ungkapnya, masih ada kekhawatiran dari pihak orang tua murid mengenai penyerapan lulusan SMK Negeri 6 terutama dari jurusan Budidaya Rumput Laut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah yang hadir didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Ir. Khaerani Nasution, MS; Kepala Bidang P2HP, Ir. Tulak M. Sapan, M.Si serta Kasubbag Perencanaan Program, Saldyansah Effendy, S.Pi., MP; menyatakan bahwa rumput laut merupakan komoditas utama sektor kelautan perikanan Provinsi Sulawesi Tengah. “Provinsi ini mempunyai keunggulan komparatif, antara lain panjang garis pantai berkisar 4.013 km serta kondisi perairan yang sesuai untuk budidaya rumput laut. “Untuk mengubah keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif setidaknya terdapat 2 hal yang perlu diperbaiki, yaitu Peningkatan Kelembagaan dan SDM”. Lebih lanjut dikatakan, bahwa SMK adalah institusi pencetak tenaga-tenaga muda terampil yang seharusnya dapat membuka banyak lapangan kerja. Sangatlah ironis, apabila lulusan SMK hanya bekerja di Mall sebagai pramuniaga atau penjaga konter HP, lanjutnya.
Kadis DKP Sulawesi Tengah dihadapan undangan, guru dan siswa SMK juga menyatakan, untuk memperbaiki mutu lulusan, setidaknya harus dilakukan upaya perbaikan kurikulum agar lulusan SMK khususnya Jurusan Budidaya Rumput Laut mempunyai Skill terhadap Produksi dan Processing; serta mempunyai jiwa kewirausahaan (Enterpreneurship).“Dengan demikian, lulusan SMK Negeri 6 Palu nantinya akan dapat membuka lapangan kerja dan menjadi leader dalam pengembangan usaha rumput laut di Sulawesi Tengah”, ungkap Kadis DKP. Sejalan dengan program Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, pihaknya berjanji akan melibatkan para siswa dalam program pencetakan wiraswata pemula dalam upaya mecapai peningkatan produksi sebesar 353% hingga tahun 2014.
Salah seorang sataf pengajar saat ditanyai mengatakan, SMK yang terletak di Jl. Trans Sulawesi No. 216 Kelurahan Mamboro Kecamatan Palu Utara, diresmikan Desember 2004 dengan 3 jurusan meliputi: Budidaya Rumput Laut, Teknik Las serta Teknik Komputer dan Jaringan. Saat ini, SMK tersebut mempunyai sekitar 500 orang siswa, 180 orang diantaranya berada di jurusan Budidaya Rumput Laut. Pihaknya berharap, diskusi semacam ini akan lebih banyak digelar sebagai upaya penyatuan visi serta pengembangan SMK ke depan. (SE)