
Pameran yang berlangsung pada 30 dan 31 Januari 2006 di Art Centre Denpasar, bertujuan untuk memplubikasikan hasil yang telah dicapai dalam program BRF. Kegiatan ini menandai berakhirnya kerjasama program antara pemerintah Australia melalui lembaga Access untuk pemulihan Bali pasca tragedi Bom Bali I yang kemudian masyarakat penerima sasaran akan melanjutkan program tersebut secara mandiri.
Secara umum kegiatan diikuti oleh 18 peserta mitra BRF, yang masing-masing peserta mempunyai program inisiatif yang berbeda-beda. Keanekaragaman kegiatan yang dipublikasikan berhasil dikemas dalam media yang mudah dipahami oleh masyarakat, melalui foto, poster, produk, dan jasa yang ditunjang oleh kreatifitas peserta dalam mendekorasi stand nya.
Pembukaan pameran dihadiri oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia, Konsulat Australia di Bali, Depdagri, Gubernur Bali yang diwakili oleh bagian Kominfo Bali yang masing-masing memberikan sambutan dan harapan dalam berlangsungnya pameran dan keberlanjutan program yang terus dijalankan dan dikembangkan oleh Mitra BRF.
IFC bekerjasama dengan FKMPP (Forum Komunikasi Masyarakat Pecinta Pesisir) sebuah lembaga mitra IFC di dalam pengembangan budidaya rumput laut mempublikasikan hasil program kerjasama dengan BRF dalam bentuk foto mengenai aktivitas petani rumput laut, video kegiatan petani rumput laut (versi Jasuda), menyediakan brosur budidaya rumput laut (versi Jasuda), brosur IFC dengan program-programnya. Serta FKMPP menyediakan produk olahan rumput laut hasil industri rumah tangga yang dijual dalam bentuk kue (donat, bolu), krupuk, dan dodol.
Pengunjung stand IFC tertarik dengan program IFC dan FKMPP di dalam pengembangan rumput laut melalui display foto-foto yang menggambarkan dunia rumput laut mulai dari jenis rumput laut, metode tanam, dan aktivitas petani secara rinci. Foto-foto yang ditampilkan didukung beberapa poster, mampu memberikan gambaran visual mengenai budidaya rumput laut dan kegunaannya. Peran personel stand di dalam menguasai program yang dipublikasikan sangat mendukung untuk memberikan penjelasan yang benar kepada pengunjung. Selain itu produk olahan rumput laut dari FKMPP cukup dinikmati oleh ibu-ibu dan beberapa turis mancanegara.
Ajang ini memberikan manfaat di dalam pertukaran informasi serta menjalin dan membangun relasi yang luas antar lembaga yang berperan di dalam pengembangan masyarakat maupun dengan masyarakat secara langsung. Sehingga akan memberi kemudahan dalam meneruskan program ke depan.
Pada hari ke dua pameran, diadakan diskusi dengan tema ‘Strategi Pemasaran’. Dimana tema ini cukup menarik, karena secara umum dapat mengakomodir kebutuhan peserta pameran di dalam mengembangkan usahanya ke depan. Pembicara antara lain pihak pemerintah yang diwakili oleh Kepala Sub Dinas Koperasi dan UKM Bali, Permodalan Nasional Madani, dan dari lembaga non pemerintah yaitu Mitra Bali. Kepala Sub Dinas Koperasi dan UKM memaparkan program strategis pemberdayaan usaha kecil di bidang pemasaran produk serta peran pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan strategi program. Dari PNM memberikan informasi mengenai akses permodalan dan jenis-jenis program yang berkaitan dengan kredit usaha mikro dan kecil. Sedangkan Mitra Bali memaparkan bisnis dalam kerangka Fair Trade, dimana gerakan ini menyikapi praktek kebijakan perdagangan internasional karena akan mengarah ke pasar bebas yang hanya memberikan keuntungan bagi para neokapitalisme besar melalui WTO.
Penutupan dilakukan pada sore harinya, ditutup dengan sambutan yang diawali oleh Bapak Widiyarto selaku perwakilan dari Depdagri yang menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada semua yang berperan pada pameran termasuk dukungan dari Pemerintah Australia melalui Access, dan mitra BRF yang begitu bersemangat dalam partisipasinya selama pameran. Sambutan penutupan dianjutkan oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia, kemudian Bapak Chris selaku perwakilan dari Access, dan Pimpinan Yayasan K5jari yaitu Mbak Widi, terakhir oleh Ibu Donna Holden, selaku koordinator Access di Bali.
Penutupan berakhir meriah dengan pemilihan katagori peserta dalam hal dekorasi terbaik dan program inisiatif terbaik yang penilaiannya berdasarkan dari angket yang telah diisi oleh pengunjung. IFC dalam hal ini berhasil mendapatkan tempat kedua dalam hal dekorasi terbaik. Melalui pameran ini IFC bersama FKMPP telah memberikan hasil yang optimal dalam menuangkan karya program, melalui media visual dan hasil produk sehingga mampu memberikan gambaran perjalanan program IFC terutama Tim Seaplant.