
Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang relatif mandiri, cukup lama hidup bersama-sama, mendiami wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama dan melakukan sebagian besar kegiatannya di dalam kelompok itu (Horton et.al, 1991). Masyarakat pesisir adalah masyarakat yang menetap dan secara langsung terlibat dalam pemanfaatan wilayah pesisir, mereka bermata pencaharian di daerah tersebut. Kebanyakan menggantungkan hidupnya pada sumber daya alam yang ada dan mereka dapat terdiri dari berbagai suku, budaya dan tingkat kehidupan yang berbeda.
Masyarakat pesisir dan masyarakat agraris mempunyai kesamaan tapi juga perbedaan. Masyarakat pesisir yang terlibat dalam usaha pembudidaya ikan dan rumput laut dapat digolongkan ke dalam usaha masyarakat pertanian (agraris) karena sifat sumberdaya yang dihadapi relatif sama. Kesamaan itu terletak pada penentuan jumlah, tempat dan waktu pembudidayaan. Pembudidayaan ikan dilakukan dengan ditangkap sehingga pola panennya lebih terkontrol. Pola panen yang terkontrol disebabkan input yang juga terkontrol dimana jumlah input produksi (benih, makanan, teknik dan lainnya) sudah ditentukan untuk mencapai output yang diharapkan.
Karakateristik tersebut berbeda dengan nelayan yang menghadapi sumberdaya yang bersifat ”common property” atau milik bersama. Kondisi ini menyebabkan nelayan harus berpindah-pindah untuk memperoleh hasil yang maksimal. Dengan begitu elemen resiko dari pekerjaan ini menjadi sangat tinggi.
Kondisi sumberdaya yang beresiko menyebabkan mereka mempunyai karakter yang keras, tegas dan terbuka.
Sementara itu tidak sedikit nelayan yang merangkap sebagai petani karena kondisi ekosistemnya memungkinkan, seperti tersedianya areal persawahan di sekitar pantai, atau adanya lokasi yang cocok untuk membudidayakan rumput laut. Jadi pada musim tertentu banyak nelayan yang turun ke sawah atau ke ladang dan pada musim lain mereka kembali melaut. Mempunyai nafkah berganda adalah bentuk pola adaptasi masyarakat pesisir terhadap kondisi ekosisemnya. Namun nafkah berganda ini tidak menjamin terangkatnya masyarakat ke tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.
Kebanyakan sifat usaha masyarakat pesisir seperti juga masyakat agraris adalah berskala kecil dengan peralatan dan organisasi pasar yang sederhana. Selain itu sering terjadi eksploitasi dalam masalah kerjasama dan sebagian besar mereka tergantung pada sifat produksi yang subsisten (hanya memenuhi kebutuhan sendiri).