
Volume ekspor rumput laut Sulawesi Selatan (Sulsel) periode Januari - September 2009 mencapai 14.792 ton atau naik sekitar 70,54 persen dibanding periode yang sama 2008 sebanyak 8.673 ton.
"Jumlah ini menunjukkan produksi rumput laut Sulsel mampu bersaing di pasar internasional dan diminati di mancanegara," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel Ahmad Habib di Makassar, Selasa 8 Des 2009.
Dia mengatakan, meningkatnya volume ekspor rumput laut tersebut menyebabkan nilai ekspor pun meningkat dari 9.534.257 dolar Amerika Serikat (AS) pada periode yang sama 2008 menjadi 12.151.928 dolar AS pada 2009.
Dari total volume ekspor rumput laut pada periode 2009 tersebut, China tercatat sebagai negara tujuan yang paling banyak menyerap produksi rumput laut Sulsel yakni 10.140 ton (7.600.361 dolar AS), menyusul Filipina sebanyak 2.102 ton (2.186.778 dolar AS) dan Korea Selatan 853 ton (813.681 dolar AS).
Mencermati besarnya konstribusi ekspor rumput laut Sulsel terhadap ekspor nasional, ternyata belum mampu menarik investor untuk menanam investasi di sektor budidaya rumput laut atau pun pabrik pengolahannya.
Hal itu diakui Kepala Badan Penanaman Modal Sulsel BPMD Sulsel Irman Yasin Limpo pada keterangan sebelumnya.
Dia mengatakan, produksi rumput laut asal Sulsel yang diklaim terbesar memberikan konstribusi ekspor nasional, belum mampu menarik investor membangun pabrik pengolahan, karena kandungan kadar air rumput laut tersebut tidak memenuhi standar yang diinginkan.
"Standar kandungan air untuk pengolahan rumput laut berkisar pada angka 15 hingga 25 persen. Sementara kualitas produksi Sulsel jauh di bawah standar tersebut, karena metode pengeringan yang dilakukan petani masih tradisional," katanya.
Menyikapi hal itu, ia mengimbau agar satuan kerja perangkat daerah (SKPD) memberikan perhatian khusus terhadap petani rumput laut sejumlah sentra produksi seperti Kabupaten Takalar, Bantaeng, Jeneponto, Bulukumba, dan Bone dengan cara menyediakan infrastruktur yang lebih modern, sehingga kadar air rumput laut bisa terjaga.