
Bappenas dengan menggunakan dana hibah United Nations Development Programme (UNDP) sedang melaksanakan Proyek Percontohan Mengurangi Kemiskinan dengan Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Proyek Partnerships for e-Prosperity for the Poor (Pe-PP)).
Di dalam pelaksanaannya, proyek ini membuat proyek percontohan di daerah perdesaan di provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Papua. Di masing-masing lokasi tersebut didirikan sebuah Multipurpose Community Development Telecenter,atau yang selanjutnya disebut dengan telecenter. Telecenter ini dirancang sebagai tempat bagi masyarakat perdesaan untuk mengakses informasi, berkomunikasi dan mendapatkan layanan informasi bidang sosial dan ekonomi dengan menggunakan sarana teknologi informasi dan komunikasi berupa komputer dan sambungan ke internet. Selain itu telecenter juga ditujukan sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat yang antara lain berupa pelatihan-pelatihan peningkatan keterampilan dan pengetahuan serta pelaksanaan kegiatan ekonomi masyarakat setempat secara profesional yang didukung oleh fasilitas telecenter.
Tujuan Kegiatan
1. Memicu interaksi lembaga-lembaga terkait dengan kelompok masyarakat sekitar telecenter untuk memunculkan ide-ide kreatif dan inovatifnya dalam rangka memperkaya layanan, informasi dan program telecenter percontohan Pe-PP bagi pengembangan masyarakat.
2. Meningkatkan pemahaman yang komprehesif akan strategi pengimplementasian Pe-PP di lapangan dan operasionalisasi telecenter di tiap-tiap lokasi percontohan.
3. Membangun kerjasama antara pihak-pihak yang bergerak dalam pembangunan telecenter dan sejenisnya serta pihak-pihak yang bergerak dalam pembangunan layanan dan informasi untuk masyarakat perdesaan di Indonesia.
Penilaian Umum Proposal
Kriteria utama dalam penilaian proposal adalah seberapa besar kegiatan yang diusulkan tersebut berakar pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat desa dampingan. Oleh karena itu, Pe-PP membuka akses terhadap hasil-hasil kegiatan kelompok masyarakat di sekitar telecenter dan menyarankan peserta untuk berinteraksi setidaknya dengan para pendamping lapangan dan ketua pengelola telecenter.
Kriteria Pemenang
Secara umum penilaian proposal didasarkan pada kejelasan hubungan antara permasalahan yang dihadapi masyarakat dan usulan kegiatan yang diajukan. Proposal dinilai berhasil menjawab akar permasalahan masyarakat bila ada manfaat langsung yang jelas terukur dari hasil pengimplementasian usulan kegiatan dengan menggunakan sarana dan prasarana telecenter Secara khusus, penilaian dilakukan atas unsur-unsur:
1. Partisipatoris.
Usulan kegiatan merupakan layanan atau program yang berakar dari masyarakat (demand-driven) dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Proposal harus dapat secara jelas mengidentifikasi kebutuhan tersebut dan memperlihatkan pemanfaatan maksimal dari hasil-hasil kegiatan kelompok masyarakat dan sumber daya lokal.
2. Keaslian ide dan gagasan.
Usulan kegiatan adalah karya peserta dan bukan sekedar meniru dari kegiatan lain.
3. Kontekstual (adaptasi dengan konteks lokal).
Kegiatan diusulkan berdasarkan analisa atas data-data spesifik dari lokasi telecenter di desa tertentu.
4. Kesinambungan.
Usulan kegiatan merupakan program/layanan yang mudah direplikasi dan dapat dilakukan dengan semaksimal mungkin sumber daya yang ada di desa atau dengan suntikan biaya yang minimal.
5. Melibatkan pihak lain.
Melibatkan seluas-luasnya kelompok terpinggirkan seperti kelompok miskin, perempuan, cacat, anak-anak, dll.
6. Indikator Keberhasilan.
Usulan kegiatan dilengkapi dengan indikator keberhasilan yang terukur.
7. Kelengkapan dokumen pendukung.
Proposal dilengkapi dengan referensi terhadap dokumen-dokumen hasil temuan di lapangan atau catatan interkasi dengan tim telecenter di desa tertentu.
Persyaratan Peserta
1. Kompetisi terbuka untuk: dinas/institusi pemerintah; LSM; akademisi/universitas; asosiasi/organisasi masyarakat; dan swasta.
2. Dapat memasukkan konsep/ide proposal (maksimal 2 halaman, font Arial 11pt, spasi 1.5, dengan menggunakan format dasar proposal seperti dapat didownload di www.ict4pr.org) selambat-lambatnya 28 Februari 2006.
Hadiah
Tiga proposal terbaik akan terpilih menjadi pemenang dan diaplikasikan di salah satu lokasi telecenter percontohan Pe-PP
Juara Pertama menerima Rp. 10 jt,Juara Kedua menerima Rp. 5 jt, dan Juara Ketiga menerima Rp. 2.5 jt.
Softcopy dikirimkan melalui email ke dinar@bappenas.go.id
Dinar Pandan Sari (Ms)
Knowledge Management and Communication Officer
UNDP-Bappenas
Selamat Berkompetisi!!!