
Sebanyak 15 orang petani dan nelayan asal Kabupaten Seram Timur, Maluku, belajar budidaya rumput laut di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
"Dengan adanya kunjungan ini petani dan nelayan dari Seram dan Bantaeng bisa berbagi pengalaman untuk saling mengisi," kata Wakil Bupati kabupaten Bantaeng, Asli Mustajab saat menerima petani dan nelayan Seram Timur tersebut di Bantaeng, Rabu,
Para petani yang diantar pejabat Dinas Koperasi Seram Timur tiba di Bantaeng pada Selasa (30/6) dan dijemput Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Bantaeng Bakhtiar Karim dan Kadis Perikanan dan Kelautan Abd Latief Naikang.
Asli menjelaskan, petani dan nelayan Seram dapat belajar budidaya rumput laut yang saat ini telah berkembang cepat di Bantaeng.
Pengembangan budidaya rumput laut tersebut mulai diminati sejak 2001. Sejak saat itu, petani dan nelayan mulai mengubah kebiasaannya dari melaut (nelayan tangkap) menjadi petani rumput laut.
Perkembangan yang sangat pesat tersebut kini menjalar kemana-mana sehinga memerlukan penataan, melalui sistem sonasi untuk menciptakan kenyamanan di laut.
Dengan sistem tersebut, botol-botol air mineral yang selama ini terlihat mengotori pantai akan diganti dengan fiber yang pada malam hari akan menyala sehingga terlihat indah.
"Itu juga bisa menjadi petunjuk jalan keluar masuknya perahu pada malam hari," ujarnya.
Lebih lanjut, diakatakannya, pengembangan rumput laut juga terkait dengan ditunjuknya Kabupaten Bantaeng sebagai pusat industri pengolahan rumput laut.
Karenanya, Pemkab akan melakukan penangkaran bibit unggul agar hasil laut yang satu ini tetap menjadi primadona ekspor.
Sebelumnya, Kadis Koperasi Kabupaten Seram Timur Asri Keleora mengatakan, selama ini masyarakat Seram hanya mengelola rempah, cengkeh dan pala secara turun-temurun.
Namun setelah masyarakat mulai mengenal rumput laut, lebih banyak yang berminat karena dirasakan lebih menguntungkan. Karena itu, Pemda memberi prioritas terhadap sektor perikanan dan hasil laut tersebut.
Untuk pengembangan lebih lanjut, kata dia, petani dan nelayan seram memerlukan tambahan pengetahuan. karena itulah mereka memilih Kabupaten Bantaeng sebagai daerah yang masyarakatnya sudah sangat akrab dengan rumput laut.
"Kami berharap potensi yang ada dapat dikembangkan dengan baik, mulai dari pengambilan bibit, budidaya hingga pasca panennya. Mudah-mudahan petani dan nelayan kami yang menimba ilmu memperoleh pengetahuan untuk dikembangkan di daerah bila kembali ke Seram," kata Asri.