
Bertempat di Baruga Karaeng Bainea Kab. Takalar, Kamis 11 Juni 2009 berlangsung Temu Usaha Kemitraan Petani Rumput Laut dibuka Sekretaris Daerah Kab. Takalar Ir. H. Dahyar Daraba, M.Si mewakili Bupati Takalar. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Kadis KUKM Prov. Sul – Teng, Kadis KUKM Prov. Sul-Sel, Kadis KUKM Kabupaten Parigi, Kadis Koperasi KUKM Kabupaten Takalar, serta para peserta dari kedua Kabupaten.
Bupati Takalar dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Takalar mengatakan bahwa pertemuan Temu Usaha ini sangat penting dan mendapat dukungan dari berbagai Instansi terkait. Karena ini menyangkut peningkatan Ekonomi Rakyat.
Dihadapan para peserta Temu Usaha dijelaskan bahwa Kabupaten Takalar secara geografis memang ditakdirkan mempunyai alam yang dikelilingi oleh pantai dan laut. Sebagai daerah dengan panjang garis pantai mencapai 74 km serta kondisi perairan yang luas dan subur mencerminkan potensi hasil laut yang cukup tinggi. Rumput laut merupakan salah satu komoditi sumber daya laut yang bernilai ekonomis dan potensial dikembangkan baik di pasar Dalam Negeri atau pun Pasar Luar Negeri. Diantara ratusan jenis rumput yang banyak tersebar diperairan Takalar ada berbagai jenis rumput laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi antara lain Marga Gracilaria, Gelidium dan Gelidiella sebagai penghasil agar, dan Marga Hypnea serta Eucheuma sebagai penghasil Carrageenan.
Dilihat dari perkembangannya untuk Desa–Desa yang mempunyai potensi rumput laut memang belakangan terus tersenyum ceriah. Bahkan ada desa yang warganya hanya mampu naik ke Tanah Suci paling banyak 1 orang dalam tiga tahun, sekarang malah sudah antri berpuluh–puluh orang menunggu daftar tunggu. Peningkatan nilai ekonomi ini antara lain disebabkan karena pemerintah telah menetapkan Revitalisasi bidang kelautan dan perikanan komoditas yang dipilih adalah rumput laut. Komoditas Rumput Laut Takalar boleh disebut menempati urutan Eksportir nomor 1 di dunia. Sehingga memang tidak sia–sialah kalau para peserta dari Palu Sulawesi Tengah datang kemari untuk bertemu dalam rangka pengelolaan Rumput Laut yang lebih efektif dan efisien.
Kita ketahui bahwa alam pembudidayaan rumput laut diperlukan disiplin dalam pemilihan bibit yang berkualitas dan cara panen, disiplin dalam pengembangan pengelolaan rumput laut mulai dari hulu sampai hilir dan Disiplin Birokrasi dalam mendukung terlaksananya program. Karena itu, perlu adanya percepatan guna mengejar ketertinggalan dengan daerah lain, Inovasi dan trobosan dalam pengembangan rumput laut dalam hal ini penggunaan teknologi yang tepat dan memiliki nilai tambah khususya bagi masyarakat pesisir. paling tidak diperlukan 3 prinsip utama agar kemitraan dapat berjalan. Pertama; prinsip kesetaraan dalam hal kerjasama perlu dibangun antara Pemerintah dengan Dunia Usaha. Kedua; prinsip saling menguntungkan dari kedua belah pihak yang melakukan hubungan kemitraan dan, Ketiga; prinsip saling mengontrol diantara pihak–pihak terkait. Harus ada keinginan untuk saling mengontrol sehingga hasilnya akan lebih baik.
Diakhir sambutannya Sekda mengatakan bahwa Solusi untuk mencapai keberhasilan budidaya Rumput Laut ini diperlukan teknologi yang tepat dan peran serta penyuluh sebagai mata rantai yang menjembatani Pemerintah dan petani rumput laut serta pengembangan kerjasama kemitraan antara pelaku usaha rumput laut perlu adanya penguatan permodalan bagi pelaku usaha rumput laut skala mikro.
Dan pada tempat yang sama Sekretais Daerah Kab. Takalar Ir. H. Dahyar Daraba, M.Si membuka Rapat tentang pembentukan Tim Unit Pengelola Program (UPP) dan Program Prakarsa Pembaruan Tata Pemerintahan Daerah (P2TPD) di Ruang Rapat Kantor Bappeda Kab. Takalar. Yang dihadiri oleh Para Instansi yang terkait.