Untitled Document
Minggu , 03 Mei 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Industri Rumput Laut Dalam Negeri, Sebuah Keharusan
Rabu, 20 May 2009 - Sumber: Kamaluddin Kasim - Terbaca 6255 x - Baca: 03 May 2026
 
Setelah pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat pesisir di sekitar Teluk Lombok pada tahun 1975, rumput laut jenis Eucheuma cottonii atau dalam nama latin dikenal sebagai Kappaphycus alvarezii kini telah berhasil dibudidayakan dalam skala komersil di hampir seluruh wilayah pesisir Indonesia. Sentra budidaya eucheuma terutama berada dikawasan timur Indonesia, seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, NTT, NTB, sebagian Papua dan Maluku.

Saat ini, Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor bahan baku (raw material) rumput laut kering terbesar dengan volume ekspor 94,073 ton pada tahun 2007 dengan nilai ekspor 57,5 juta US$. (Data Statistik Perikanan Tahun 2007). Pasar ekspor utama rumput laut Indonesia adalah China, Philipina, Jepang, Korea, Amerika Serikat dan beberapa negara eropa seperti Spanyol, Perancis dan Denmark.

Jika dibandingkan dengan negara tetangga, Philipina mengekspor sebagian besar rumput lautnya tidak dalam bentuk raw material, namun dalam bentuk bahan setengah jadi berupa Alkali Treatment Chips (ATC), Semi Refine Carrageenan (SRC) dan bahkan Refine Carrageenan (RC) yang digolongkan menjadi ”food grade gum” sehingga dari sini didapat nilai tambah. Jika pada tahun 2000, nilai eksport bahan baku rumput laut Philipina sebesar US$ 20 juta, maka pada tahun 2006 turun menjadi US$ 6 juta tetapi nilai eksport bahan baku olahan rumput laut ”food grade gum” meningkat tajam dari US$ 33 juta di tahun 2000 menjadi US$ 39 juta pada tahun 2006.

Namun Indonesia sebaliknya, ekspor bahan baku rumput laut memiliki porsi lebih besar daripada ekspor rumput laut olahan. Pada tahun 2000, Indonesia memperoleh nilai ekspor bahan baku sebesar US$ 12 juta dan meningkat tajam pada tahun 2006 menjadi sebesar US$ 38 juta, namun ekspor bahan olahan rumput laut hanya menyumbangkan US$ 15 juta pada tahun 2006, padahal volume ekspor Indonesia jauh lebih besar daripada Philipina (Data olahan Dr. Ian C Neish, SeaPlantNet Foundation, dalam 2008). Kesimpulannya, Indonesia lebih banyak mengekspor bahan mentah ketimbang bahan olahan karena minimnya industri pengolahan rumput laut dalam negeri.

Indonesia saat ini menjadi negara pengekspor terbesar rumput laut di dunia dan memiliki potensi pengembangan rumput laut yang luar biasa. Usaha rumput laut telah mengangkat taraf hidup sebagian besar masyarakat pesisir dan salah satunya berdampak langsung merubah pola mata pencaharian dari nelayan tangkap menjadi pembudidaya sebagaimana yang terjadi di beberapa wilayah di NTT dan Sulawesi Selatan. Ini berarti bahwa secara tidak langsung aksi ”destructive fishing” juga semakin berkurang.

Namun, tumbuhnya minat budidaya oleh petani belum dibarengi dengan niat sungguh-sungguh oleh pemerintah untuk memberikan dukungan. Berkembangnya budidaya rumput laut di daerah-daerah baru lebih didorong oleh faktor permintaan pasar terutama membaiknya harga bahan baku rumput laut pada pertengahan tahun lalu, daripada peran pemerintah yang mengkampanyekan usaha peningkatan produksi melalui program-programnya.

Maka tidaklah mengherankan jika pada masa sekarang ini, banyak petani yang tidak lagi membudidayakan rumput laut juga karena faktor permintaan pasar yang menyebabkan anjloknya harga ditingkat petani. Secara hitungan ekonomi, anjloknya harga tidak lagi memberi banyak keuntungan bagi nelayan pembudidaya sehingga mereka lebih memilih untuk gantung tali dan mulai kembali menangkap ikan atau mengurus kebun.

Harga cottonii ditingkat pembudidaya hanya berkisar antara Rp. 4500 sampai dengan Rp. 6000 perkilo atau antara US$ 0.4 s/d 0.5 per kilo. Menurut IMR International, harga international untuk SRC (Semi Refine Carrrageenan) saat ini adalah US$ 12,12/Kg (meskipun turun 45% dari tahun lalu) sedangkan RC (Refine Carrageenan) adalah US$ 16,52/Kg ( juga turun 33% dari tahun lalu).

Jika kita menggunakan asumsi perhitungan biaya pemrosesan untuk pembuatan PES (Processed Eucheuma Seaweed) Refine Carrageenan sebagaimana yang ditulis oleh Dr. Iain C. Neish dalam Seaplant Technical Monograph No. 0105-4B, maka diperoleh harga ideal pembelian bahan baku cottonii oleh industri US$ 7,4 – 9,1 / Kg jika asumsi yang digunakan adalah harga international Refine Carageenan (RC) US$ 16,52/Kg seperti sekarang ini. Namun kenyataan, harga bahan baku cottonii kering ditingkat petani saat ini hanya US$ 0,4-0,5 / Kg. Sungguh sangat ironis!.

Jika saja industri rumput laut dalam negeri dapat berkembang dengan baik, maka selain dapat mendongkrak harga bahan baku dalam negeri yang manfaatnya dirasakan langsung oleh petani pembudidaya, keberadaan industri pemrosesan mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. Kita tinggal memilih, bergerak cepat untuk mengembangkan industri rumput laut dalam negeri atau tetap membiarkan petani kita menikmati hanya sedikit sekali dari hasil kerja keras mereka.

 
 
 
More Berita
 
1 . Pelatihan Integrated Ulva spp. Value Chain Training
  Selasa, 28 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 53 x
2 . DPR Dukung Rumput Laut dan Singkong Jadi Pengganti Plastik Impor
  Senin, 20 Apr 2026-https://www.babelinsight.id/ - Terbaca 65 x
3 . Pengiriman Ulva sebagai Bahan Baku Industri Terus Meningkat
  Jumat, 10 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 92 x
4 . Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan
  Selasa, 07 Apr 2026-https://www.suara.com/ - Terbaca 107 x
5 . KM Logistik Nusantara 5 Tambah Kapasitas untuk Dukung Pengiriman Rumput Laut
  Selasa, 31 Mar 2026-https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 114 x
6 . Kunjungan KKP ke Jasuda, Olahan Rumput Laut Sulsel Siap Naik Level
  Jumat, 27 Mar 2026-Dian Maya Sari - Terbaca 137 x
7 . Potensi Rumput Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan
  Rabu, 25 Mar 2026-https://bahasa.newsbytesapp.com/ - Terbaca 155 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 96 x
2 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 116 x
3 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 147 x
4 . Peneliti UNDIP Kembangkan Teknologi Inovasi Pengering Rumput Laut
  Rabu, 25 Mar 2026 - https://kemdiktisaintek.go.id/ - Terbaca 151 x
5 . Cara Membuat Karagenan Rumput Laut yang Praktis
  Senin, 09 Mar 2026 - https://jualmesinrumputlaut.wordpress.com/ - Terbaca 248 x
6 . Manfaat Jelly Berbahan Rumput Laut untuk Berbuka, Dukung Asupan Serat Selama Ramadan
  Senin, 02 Mar 2026 - https://lifestyle.bisnis.com/ - Terbaca 230 x
7 . “Rumput Laut + Magnet + Biomassa E. coli” untuk Menangkap Tetrasiklin dari Air
  Senin, 23 Feb 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 236 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,641,807 Kali
Member JaSuDa 10,757 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin