
Beberapa pengusaha dari Korea Selatan (Korsel) menyatakan tertarik dengan rumput laut asal Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk dikembangkan menjadi energi terbarukan. Gubernur Provinsi Jeollanam-Do, Korsel, Park Joon Yung di Palu, Senin (13/4) menjelaskan rumput laut tersebut akan diolah menjadi etanol atau biofuel yang sangat ramah lingkungan.
"Kami telah melakukan penelitian mengenai rumput laut di Sulteng, dan hasilnya memuaskan," kata Park Joon Yung melalui penterjemahnya. Meski kondisi geografis bergunung-gunung, menurut dia hal itu tidak menyurutkan niat para pengusaha asal Korsel untuk berinvestasi. "Jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia, kondisi geografis di Sulteng masih lebih baik," katanya.
Selain mengembangkan potensi rumput laut, para pengusaha asal Korsel nantinya juga akan berinvestasi di bidang perikanan/kelautan, pertambangan, dan perkebunan seperti yang sudah tertuang dalam surat pengantar kerjasama (letter of intent) yang ditandatangani kedua pihak, yakni antara Pemprov Sulteng dan Pemprov Jeollanam-Do.
Jika investasi itu terwujud, maka modal yang akan tertanam di Sulteng mencapai US$3 juta, dan akan menyerap tenaga kerja puluhan ribu orang.
Kontak
Kantor Gubernur Sulawesi Tengah
Jl. Dr. Samratulangi No. 101, Palu - Sulawesi Tengah
(0451) 451311