
Para pembudidaya rumput laut cottonii di Provinsi Gorontalo nampaknya tak perlu bingung ataupun khawatir lagi untuk memasarkan hasil produksi rumput laut cottonii. Pasalnya, industri pengolahan rumput laut cottonii yang ada di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo sudah siap 100 persen untuk beroperasi.
Bahkan dalam beberapa waktu terakhir pabrik yang dikelola BUMD Gorontalo Fitrah Mandiri itu sudah melakukan kegiatan untuk mengolah bahan baku rumput laut cottonii menjadi ATC (Alkali Treated Cotton). ATC itu sendiri merupakan bahan dasar untuk membuat tepung rumput laut cottonii maupun bahan kosmetik berbahan baku rumput laut cottonii.
Sementara itu, Kamis (16/4) Wakil Gubernur Gorontalo Ir.Gusnar Ismail,MM kembali melakukan peninjauan ke pabrik rumput laut cottonii Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. Peninjauan tersebut dimaksudkan untuk melihat secara langsung proses dan mekanisme pengolahan rumput laut cottonii menjadi ATC.
Wagub Gusnar Ismail disela-sela peninjauan mengemukakan, dengan beroperasinya pabrik rumput laut cottonii di Kecamatan Pulubala ini maka industri rumput laut cottonii Provinsi Gorontalo sudah sejajar dengan daerah-daerah industri rumput laut cottonii lainnya. Diantaranya Surabaya maupun Makassar. “Hal ini tentunya menjadi sebuah peluang bagi para pembudidaya rumput laut cottonii di Gorontalo untuk meningkatkan produksi,” ungkap Wagub Gusnar Ismail.
Wagub Gusnar Ismail menambahkan, keberadaan pabrik rumput laut cottonii Kecamatan Pulubala juga memberikan nilai tambah bagi para pembudidaya rumput laut cottonii. Bila selama ini rumput laut cottonii kering dijual dengan harga Rp 8 ribu per kilogram, maka setelah diolah bisa meningkat menjadi Rp 30-40 ribu per kilogaram. “Oleh karena itu Pemprov akan mengatur kembali manajemen dari perusahaan ini. Yang jelas arahnya harus memberikan nilai tambah yang besar bagi para pembudidaya rumput laut cottonii,” tegas Wagub Gusnar Ismail.
Pihak BUMD Gorontalo Fitrah Mandiri mengungkapkan, adapun kebutuhan rumput laut cottonii yang diperlukan berkisar 4 ton rumput laut cottonii kering per hari. Empat ton rumput laut cottonii kering itu setelah diolah akan menghasilkan sekitar 1 ton ATC. Turut hadir dalam peninjauan tersebut Asisten Pelayanan Publik Andha F Miraza, Kepala Biro Umum dan Humas Alvon Usman dan Wakil Kepala Diskanlut Provinsi Ir.Sutrisno.