
Kesuburan perairan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam pertumbuhan rumput laut. Hal ini bisa ditandai dengan suburnya rumput laut di perarian tersebut. Menurut hasil penelitian bahwa pertumbuhan rumput laut yang baik adalah berkisar 3% perhari. Nilai pertumbuhan ini disebut dengan Spesifik Growt Rate atau SGR. SGR dapat dihitung dengan menggunakan formula Wt = Wo (1 + α/100)t Dimana Wt adalah berat pada hari (t) dan Wo adalah berat awal.
Pertumbuhan rumput laut akan menunjukkan kurva eksponensial dimana pertumbuhan akan mengalami puncak dan selanjutnya menurun. Peningkatan pertumbuhan ini umumnya di tunjukkan di awal sampai melewati pertengahan umur panen dan selanjutnya menurun seiring dengan bertambahnya usia rumput laut. Selain itu, pada jenis tambalang (Kappaphycus alvarezii) menunjukkan ukuran bibit yang lesar cenderung berbanding lurus dengan SGRnya namun bila terlalu besar juga bisa mengakibatkan thallus yang patah akibat kelebihan beban pada thallus.
SGR yang baik sangat dipengaruhi oleh kesuburan perairan dan juga keseriusan pemilik rumput laut dalam memberikan perhatian atau Tender Loving and Care (TLC). Sifat tanaman yang tidak mampu bergerak atau berpindah tempat, menjadikan rentang terhadap serangan hama atau gangguan lain yang dapat menghambat pertumbuhan rumput laut. Adapun pertanyaan yang paling sering muncul mengenai adakah obat yang bisa membasmi hama seperti lumut dan adakah pupuk yang bisa membuat rumput laut tumbuh subur maka jawaban dari kedua pertanyaan tersebut adalah kasih sayang atau perawatan dari pemiliknya.
Dari hasil pengukuran pertumbuhan rumput laut yang dilakukan dipantai Lemito, Gorontalo menunjukkan hasil yang berbeda-beda dari 11 orang petani di 11 lokasi berbeda dengan varisai berat bibit antara 40-225 gram per loop-nya. Dari tes plot tersebut menunjukkan bawa selain ukuran bibit yang lebih besar, pengaruh yang sangat besar pengaruhnya adalah seberapa rajin atau rutin pemiliknya melakukan pengontrolan dan perawatan terhadap tanamannya. Rumput laut dengan perawatan yang rutin bisa melebihi pertumbuhan normal rata-rata rumput laut perharinya.
Selain itu, perairan dengan dasar berkarang dan hutan bakau yang masih banyak disekitar pesisir dan pulau membuat perairan lebih subur. Hal lain yang bisa diindikasikan dari kesuburan rumput laut diperairan lemito adalah produktifitasnya dalam permeter tali. Dengan bibit berkisar 80gram per-loopnya dan dalam tempo waktu pemeliharaan 45 hari mampu menghasilkan rata-rata 500 gram rumput laut keringnya permeter tali. Jarak antara loop ke loop 20-25 cm.
Selain itu rendemannya juga sangat baik. Dengan hasil percobaan di beberapa petani untuk mengetahui perbandingan basah ke kering dengan menggunakan cara panen di striping dan dua model penjemuran yaitu dijemur di atas para-para dan digantung. rumput laut lemito menghasilkan 1 kg kering membutuhkan 7,45 kg rumput laut basah dengan cara jemur di atas para-para dan 6,44 kg basah dengan jemuran gantung. Olehnya itu, jika mayarakat pesisir lemito mempunyai kesriusan untuk menanam rumput laut lebih banyak lagi, maka peluang kesuksesan juga akan lebih besar.
Kendala dan hambatan bisanya merupakan pasangan dari kesuksesan sehingga hambatan itu tidak semestinya menjadikan alasan untuk tidak sukses. Dalam setiap usaha, maka kendala juga biasa muncul meskipun waktu dan kadarnya berbed-beda. Masalah yang serius yang dihadapi oleh petani rumput laut laut di lemito adalah serangan hama polysiphonia yang orang setempat menyebutnya wereng. Hama ini sejenih tanaman dengan batang mirip rambut atau bulu kucing berwarna putih buram. Dia bersifat benalu yang mengambil makanan dari inangnya dimana dia menempel. Apabila hama ini menempel pada thallus rumput laut, maka akan sukar dihilangkan sehingga langkah yang paling tepat dengan melakukan pemanenam total rumput laut yang terserang hama tersebut.
Selain itu, para petani diharuskan untuk menyeleksi bibit yang tidak terjangkit oleh hama wereng tersebut sehingga tanaman baru yang diturunkan ke air bebas dari hama wereng tersebut. Hama ini sepertinya berasal dari terumbu karang-karang yang berada disekitar tanama rumput laut yang kemudian menempel di rumput laut pada saat lepas dari inangnya dan kemudian pada saat air tenang tanaman ini menempel pada thallus rumput laut. Jika pemiliknya tidak segera melakukan perawatan terhadap rumput lautnya menyebabkan tanaman ini dengan mudah menempel pada thallus rumput laut.