
Bali mampu menghasilkan mata dagangan rumput laut sebanyak 136.785 ton selama sepuluh bulan periode Januari hingga Oktober 2008.
"Produksi tersebut mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali Ir Anak Agung Gede Mahendra Putra, di Denpasar, Senin (22/12).
Ia mengatakan, total produksi rumput laut selama tahun 2007 tercatat 152.226 ton, sebagian besar untuk perdagangan antarpulau dan sisanya diolah menjadi makanan ringan siap hidang.
Bali memiliki potensi pengembangan rumput laut seluas 800 hektare, namun kini baru dimanfaatkan 481 hektare atau sekitar 55%.
Potensi tersebut tersebar di perairan lima kabupaten dan kota yang meliputi Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Karangasem, Badung dan Kabupaten Buleleng serta Kota Denpasar.
Agung Mahendra menjelaskan, petani rumput laut tersebut terhimpun dalam 109 kelompok beranggotakan 3.350 petani.
Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pembinaan dan latihan kepada anggota kelompok, dengan harapan mampu memanfaatkan potensi yang ada secara maksimal, kata Agung Mahendra.