
Rumput laut ternyata tidak hanya bisa diolah menjadi cendol, ataupun puding, tetapi punya keistimewaan lain seperti diolah menjadi mie, dodol, bronis, obat-obatan, sabun mandi, shampo serta pasta gigi. Penjelasan itu disampaikan Sesditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertaninan (P2HP) Safril Fauzi bersama Balai Riset Kelautan dan Perikanan dr Singgih Wibowa dan Dosen Institut Pertanian Bogor Linawati Hardjito Phd. Paparan soal teknologi pengolahan mie rumput laut itu berlangsung di Kantor Perikanan dan Kelautan Pemkot Balikpapan, pada Senin (22/12).
Kepala Kantor Perikanan dan Kelautan Drs Amin Latif mengatakan, teknologi pengolahan rumput laut diolah menjadi bahan baku tepung rumput laut yang dapat diolah menjadi beraneka ragam olahan.
“Jadi pengembangan olahan rumput laut nantinya tidak sebatas menjadi komoditi makanan, namun dapat diolah menjadi kosmetik dan farmasi,” katanya saat ditemui Post Metro, di ruang kerjanya, kemarin.
Selain menggelar paparan mengenai tekonologi rumput laut, rombongan juga berkunjung lansung ke UKM pengolah rumput laut di kawasan Manggar pada, Selasa (23/12). Menurut keterangan Kasi Bina Usaha Titi Hasanah, saat kunjungan tersebut digelar demo membuat mie dari rumput laut, selain itu juga ditampilkan beberapa Usaha Kecil Menengah (UKM) yang membawa produk dengan bahan rumput laut diantaranya Amplang, Gulaut, Krispi, Cimi-cimi.
“Pada demo pembuatan olahan rumput laut tersebut, para rombongan takjub dan menilai positif dengan olahan yang dibuat,” katanya menceritakan kunjung rombongan.
Lebih lanjut Titi Hasanah menjelaskan, adapun bahan-bahan membuat mie rumput laut diantaranya tepung terigu,ikan, perwarna dari daun sawi dan tepung pioka. “Semua bahan dihaluskan menjadi satu dan digiling dengan menggunakan cetakan mie,” terang dia.
Nah, kedepan pihak Kantor Perikanan dan Kelautan akan mengembangkan produk aneka olahan rumput laut. “Sebab pada tahun ini (2008,Red) hasil pasokan rumput latu mencapai 100 ton lebih,” tandas Amin Latif.