
Setelah sempat terpuruk akibat dampak krisis global bulan lalu, kini harga rumput laut kering asalan maupun yang berkualitas (putih) di tingkat petani mulai membaik.
Dari harga sebelumnya yang berkisar Rp4.000/kg, kini menjadi Rp8.000/kg (rumput laut kering asalan) dan untuk jenis rumput laut kering putih (kualitas satu) dari Rp10 ribu/kg menjadi Rp15 ribu/kg.
Namun membaiknya harga rumput laut kering tersebut, belum membuat para petani tersenyum lebar. Pasalnya, kenaikan harga tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah pesanan (pembeli).
Amran, Ketua Kelompok Tani Budi Daya Rumput Laut Sinar Semendo I, Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Lamsel, mengatakan harga rumput laut mulai berangsur-angsur naik sejak pekan lalu. Namun, permintaan untuk jenis rumput laut kualitas satu (putih) dari para penampung di sejumlah kota, seperti Bandar Lampung, Jakarta, dan Surabaya, menurun dibanding dengan bulan sebelumnya.
"Alasan mereka musim hujan. Tidak ada yang membeli rumput laut kualitas satu (putih) untuk campuran es," kata dia, Sabtu (6-12).
Untuk itu, Amran meminta agar para petani budi daya rumput laut untuk mengurangi pengolahan hasil panennya menjadi rumput laut kering kualitas satu (putih).
"Mereka (petani) tidak perlu repot-repot mengolah dan menyortir rumput laut basah yang baru saja dipanen, menjadi kualitas satu (putih). Mereka cukup menjemur saja dan dijual dengan harga asalan, yakni Rp8.000/kg karena pesanan untuk rumput laut kering jenis kualitas satu (putih) lagi sepi," ujar Arman.
Menurut dia, harga rumput laut kering yang pernah mengalami penurunan harga pada Sabtu, 15 November lalu, kini mulai merangkak naik. Untuk harga rumput laut kering asalan yang sebelumnya Rp4.000/kg, sekarang Rp8.000/kg. Sedangkan harga rumput laut kering kualitas satu (putih), dari Rp10 ribu/kg, kini Rp15 ribu/kg.
Harga di tingkat petani yang mengalami peningkatan dibanding sebelumnya ini, tentunya telah kembali menggairahkan semangat mereka untuk membudidayakan rumput laut, yang merupakan sumber penghasilan keluarga.
Sementara, Murdiun (63), warga Desa Legundi yang menekuni budi daya rumput laut sejak 10 tahun terakhir, mengaku bisa bernapas lega dengan kenaikan harga rumput laut tersebut.
"Meningkatnya nilai jual rumput laut ini cukup menggembirakan kami. Karena inilah satu-satunya untuk nafkah keluarga," kata kakek tersebut.
Ia mengaku sebelum menggeluti tanaman rumput laut, ia terjun ke lautan luas untuk menangkap ikan. "Karena tidak punya perahu sendiri. Saya banting setir menanam rumput laut untuk menafkahi anak istri, yang saat itu harga rumput laut kering masih Rp350/kg," ujarnya.