
Salah seorang pengusaha pengumpul rumput laut yang tinggal di Kota Kupang, Yeremias Eik mengungkapkan, hasil rumput laut dalam tahun 2008 menguntungkan petani Tablolong, Rote dan Sabu.
Setiap petani rumput laut di tiga wilayah itu paling kurang mengantongi pendapatan sekitar Rp 20 juta.
Eik mengatakan itu kepada Pos Kupang di kantornya, Jumat (5/12/2008). Menurut dia, panen rumput laut selama tahun 2008 itu benar-benar menguntungkan petani.
Petani yang kerja tidak serius saja mendapatkan uang Rp 20 juta selama setahun. Apalagi mereka yang serius dan menanam dengan visi bisnis. Pendapatan mereka tentu lebih besar, ujarnya.
Salah seorang petani rumput laut yang dikategorikan berhasil dalam tahun ini, lanjut dia, adalah Abet Eik. Hingga akhir musim panen rumput laut, yang bersangkutan mengantongi pemasukan sekitar Rp 200 juta. Saya harus akui kalau paman saya, Abet Eik benar-benar mendapat rezeki di tahun ini. Panenannya melimpah, uang yang diperoleh pun sangat banyak, ujar Eik.
Menurut dia, keluarganya itu berhasil membudidayakan rumput karena keseriusan menggeluti usaha itu. Andaikata semua petani yang berdomisili di pesisir pantai melakukan hal yang sama, katanya, maka mereka pasti hidup berkecukupan.
Petani tidak kurang uang, kalau serius menanam rumput laut. Ini kenyataan yang dialami paman saya itu, ujar Eik.
Dikatakannya, selain panen rumput laut yang bagus, harga komoditi ini pun baik. Kalau sebelumnya harga tertinggi Rp 7.000/kg, maka sekarang harga rumput laut bisa mencapai Rp 27.500/kg. Hanya saja, menjelang akhir musim panen, harga rumput laut turun lagi menjadi Rp 12.000/kg. Tahun ini, harga paling rendah seperti itu. Ini membahagiakan petani, ujarnya.
Selaku pengusaha pengumpul rumput laut, Eik berharap agar petani yang selama ini hanya coba-coba mengembangkan komoditi rumput laut, hendaknya bekerja lebih serius, karena rumput laut sangat menjanjikan.