
Bandar Lampung, Kompas - Nelayan rumput laut di Lampung kini menikmati harga jual rumput laut yang membaik. Rumput laut yang semula dihargai Rp 4.000-Rp 7.000 per kilogram kini terjual dengan harga Rp 8.000-Rp 12.000 per kilogram rumput laut kualitas asalan dan Rp 15.000-Rp 20.000 per kilogram kualitas super.
Wijaya, pembudidaya rumput laut dari Desa Sukajaya, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Jumat (5/12), mengatakan, membaiknya harga rumput laut terjadi dalam satu bulan terakhir ini. Perbaikan harga terjadi karena permintaan yang terus meningkat. Bahkan di tingkat dunia, permintaan akan rumput laut terus naik saat ini.
Permintaan akan rumput laut terus meningkat karena memiliki aneka potensi. Rumput laut di antaranya bisa diolah menjadi bahan baku beragam jenis produk seperti kosmetik, obat-obatan, makanan, pewarna tekstil, hingga minuman.
Dalam satu bulan terakhir, eksportir rumput laut di Surabaya, Jawa Timur, meminta para nelayan rumput laut Desa Sukajaya untuk mengirimkan sedikitnya 45 ton rumput laut. ”Kami bekerja keras sehingga mampu mengirim rumput laut sesuai permintaan,” ujar Wijaya.
Wijaya mengatakan, sebanyak 45 ton rumput laut tersebut merupakan hasil budidaya 20 nelayan rumput laut. Para nelayan kini harus bekerja keras untuk bisa secara kontinu memenuhi permintaan tersebut. Jenis rumput laut yang dibudidayakan nelayan Sukajaya adalah jenis Eucheuma cottoni.
Rumput laut asal Padang Cermin disukai eksportir karena ukuran rumput laut yang dihasilkan lebih besar dibandingkan dengan produksi sentra rumput laut lain di Indonesia. Selain itu, nelayan rumput laut Sukajaya sudah memiliki pengetahuan mengenai pengolahan rumput laut pasca panen.
Berbeda dengan nelayan rumput laut di Sukajaya, nelayan rumput laut di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, justru tengah mencari pasar. Dalam satu bulan mereka mampu memproduksi 75 ton rumput laut basah.
”Kami hanya menjual rumput laut ke Jakarta, Palembang, Tanjungkarang, dan Bengkulu. Kami masih terus mencari pasar baru,” ujar Amran.