Mataram - Produksi rumput laut di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami peningkatan sekitar 40 persen per tahun sehubungan dengan kian meningkatnya minat nelayan di daerah ini untuk menekuni usaha di sektor perikanan tersebut.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan NTB, H. Mohammad Alisahdan di Mataram, Jumat mengatakan, pada 2007 produksi rumput laut di daerah ini tercatat 75.000 ton rumput laut kering dan hingga akhir 2008 diharapkan bisa mencapai 105.000 ton.
"Kami optimis target produksi sebanyak 105.000 ton tahun 2008 ini bisa dicapai, karena minat nelayan di NTB untuk mengembangkan usaha tersebut cukup tinggi, terbukti di sebagian besar perairan pantai di daerah ini sudah digunakan untuk usaha budidaya rumput laut," ujarnya.
Pada 2009 produksi rumput laut ditargetkan sebanyak 120.000 ton, target ini bisa dicapai, karena baik dari segi permodalan, teknik budidaya maupun pemasaran tidak ada masalah.
Produksi rumput laut di NTB merupakan yang terbesar kedua di Indonesia, setelah setelah Sulawesi Selatan dan terbanyak untuk memenuhi permintaan pasar antarpulau, antara lain ke Pulau Jawa.
Untuk membantu usaha petani mengembangkan budidaya rumput laut tersebut tahun 2008 Pemprov NTB bersama pemerintah pusat mengalosikan dana cukup besar, yakni untuk subsidi benih sebanyak Rp. 1 miliar, Bantuan Sosial (Bansos) Rp. 2 miliar dan untuk tahun 2009 akan dialokasikan dua kali lipat.
Bantuan dana tersebut, menurut Alisahdan dikucurkan melalui pemerintah kabupaten/kota dalam bentuk subsidi, untuk bibit rumput laut diberikan subsidi Rp. 2.000 per kilogram.
Menurut dia, harga rumput laut sekarang ini relatif stabil, yakni Rp. 9.000 per kilogram rumput laut kering, sebelumnya sempat menyentuh angka Rp. 25.000 per kilogram, ini cukup menguntungkan petani.
"Karena itu tidak mengherankan kalau nelayan di NTB berlomba-lomba mengembangkan usaha budidaya rumput laut, karena selain harganya cukup tinggi juga tidak memerlukan perlakuan khusus dan jangka waktu budiaya tidak terlalu lama, yakni sekitar 40 hari," ujarnya.
Alisah dan mengatakan, ini merupakan salah satu cara untuk mempercepat peningkatan kesejehteraan masyarakat khususnya para nelayan yang sebagian besar kehidupannya kurang beruntung.