Untitled Document
Kamis , 07 Mei 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
OH, BIBIT ?BANGKO? YA!
07-Des-05 - Sumber: Saipul Rapi (REDC SulSel) - Terbaca 5170 x - Baca: 07 May 2026
 
Sesaat setelah pembicaaran dimulai dalam satu kelompok di salah satu rumah tokoh masyarakat yang membicarakan tentang bibi baru yang berasal dari maumere dengan serentak peserta diskusi mengucapkan “oh bibit bangko ya”. begitulah bibit ini dikenal di tengah masyarakat di Dusun Manyumbeng dan Ujung Loe, Desa Biringkassi, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Nama bibit bangko diambil dari salah seorang petani yang berasal dari Dusun Ongkoa, Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Selain karena Dg Bangko yang membudidayakan lebih awal di Takalar sehingga petani dari daerah lain yang mengambil bibit dari ongkoa menyebutnya saja bibit bangko. Bibit bangko ini sebenarnya bernama Kappaphycus alvarezy (trade name : Cottonii).



Memang benar adanya bahwa bibit yang dibawa ke Dusun Ujung Loe dan Manyumbeng tepatnya hari Jumat, 11 Nopember 2005 ini adalah bibit yang diambil dari dusun Ongkoa. Sesampai di kedua dusun tersebut, Karaeng Lau sebagai tokoh masyarakat di Dusun Ujung Loe membuat kesepakatan bahwa bibit yang datang berkisar 500 kg akan dibagikan rata kepada setiap petani sehingga diperkirakan bahwa setiap petani akan memiliki satu bentang bibit cottonii baru tersebut.
Karaeng Lau pun langsung mengambil nama-nama petani yang sudah tersusun pada pertemuan sebelumnya serta merta memasang alat timbangan (local name : dacing). Iyya, allei asengngi mae karongnu nampa nibageoki tasampulonu kilo se’re tau, petunju’na lemba ngasemaki nipakainga battu ristafna PENSA”. Itulah sepenggalan kalimat dari Karaeng Lau yang semakna dengan “ok, setiap petani akan mendapatkan satu karung (sack), setiap orang akan dapat 10 kg, cara pengikatan bibitnya sesuai dengan penjelasan dari staffnya PENSA”.



Satu persatupun maju dan mengisi karungnya. Kemudian Karaeng Lau menimbangnya sendiri. Satu demi satu datang sampai bibit habis terbagi semuanya dan akhirnya 42 petani mendapatkan bibit cottonii baru. Kamaluddin (Fasilitator Lapangan) yang mendampingi petani dengan serta merta mengeluarkan alat timbangannya untuk memberikan contoh kepada petani bahwa idealnya setiap ikatan bibit mempunyai berat 200 gram namun kalau talinya terlalu kecil diusahakan minimal 100 gram dengan jarak tanam 15-20 cm perikat-nya. Melihat tali (bentang) mereka kecil (tali ukuran no. 3) maka mereka hanya mengikatnya 100 gram saja persimpul.



Demikian juga di Dusun Manyumbeng, setelah bibit sampai di dusun tersebut masyarakat yang sudah ikut pada pertemuan sebelumnya berlomba-lomba membawa karungnya untuk diisi dengan bibit. “Iyya, inakke sikarong bageangku, teammako timbangi”. Karena semangat mereka untuk ingin memiliki bibit cottonii baru tersebut tanpa sadar terucaplah kalimat yang semakna dengan “satu karung untuk saya, tidak usah ditimbang”.



Saipul (REDC) mengingatkan kembali kesepakatan pada pertemuan sebelumnya bahwa setiap orang akan mendapatkan bibit yang sama jumlahnya agar setiap petani memiliki 1 bentang bibit cottonii baru. Karaeng Simbung pun sebagai yang dihormati juga menambahkan penjelasan tersebut “kan kanne bibit beru petunjuk berutongisse, nipinawang tongisse petunj’na tauwwa supaya na berhasil, jai wasselena” semakna hal tersebut yaitu “Ini kan bibit baru dengan petunjuk baru juga, petani harus mengikutinya supaya bisa berhasil dan hasilnya banyak”. Satu-persatupun datang dengan membawa karung dan bentangnya untuk diisi dengan bibit cottonii. Walhasil 22 petani mendapatkan bibit cottonii baru.



Sebagian diantara mereka mengikat ditempat bibit dibagikan dan sebagian lagi membawanya pulang kerumah untuk diikat. Namun sebelum mereka pergi sudah diberikan petunjuk pengikatan bibit tersebut. Meskipun sudah diberitahukan caranya, namun tetap harus didemonstrasikan besarnya bibit, jarak pengikatan ditempat tersebut.



Demikian juga halnya uji coba (trial) yang dilakukan di Desa Sapolohe, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba (185 km arah selatan dari Makassar). Bibit yang di bawa dari Mattoanging, Kecamatan Bissapu, Kabupaten Bantaeng tiba pada pukul 11.56 tepatnya hari Selasa, 22 Nopember 2005. Bibit pun dibagikan kepada petani, sebagian ada yang membawa pulang kerumah dan sebagian lagi mengikatnya ditempat pembagian bibit. Pak Subair sebagai tokoh masyarakat sibuk membantu memberikan penjelasan cara pengikatan bibit dari berat bibit sampai jarak ikatan perbibitnya. Walhasil 35 orang petani mendapatkan bibit cottonii baru. Jumlah bibit yang dibawa adalah 500 kg.



Setiap petani yang telah selesai mengikat dalam satu bentang maka diharuskan untuk menimbangnya supaya diketahui berat awal bibit. Bertanyapun berkisar 12 kg perbentang dengan panjang bentang 15 depa’ (berkisar 20 m). sesuai dengan perjanjian antara petani bahwa bila bibit ini berhasil maka setiap petani yang kebagian bibit cottonii baru mempunyai kewajiban untuk memberikannya kepada petani di tetangganya minimal sebanyak yang diberikan secara cuma-cuma juga.

 
 
 
More Berita
 
1 . Pelatihan Integrated Ulva spp. Value Chain Training
  Selasa, 28 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 69 x
2 . DPR Dukung Rumput Laut dan Singkong Jadi Pengganti Plastik Impor
  Senin, 20 Apr 2026-https://www.babelinsight.id/ - Terbaca 75 x
3 . Pengiriman Ulva sebagai Bahan Baku Industri Terus Meningkat
  Jumat, 10 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 101 x
4 . Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan
  Selasa, 07 Apr 2026-https://www.suara.com/ - Terbaca 119 x
5 . KM Logistik Nusantara 5 Tambah Kapasitas untuk Dukung Pengiriman Rumput Laut
  Selasa, 31 Mar 2026-https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 125 x
6 . Kunjungan KKP ke Jasuda, Olahan Rumput Laut Sulsel Siap Naik Level
  Jumat, 27 Mar 2026-Dian Maya Sari - Terbaca 148 x
7 . Potensi Rumput Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan
  Rabu, 25 Mar 2026-https://bahasa.newsbytesapp.com/ - Terbaca 164 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 108 x
2 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 127 x
3 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 158 x
4 . Peneliti UNDIP Kembangkan Teknologi Inovasi Pengering Rumput Laut
  Rabu, 25 Mar 2026 - https://kemdiktisaintek.go.id/ - Terbaca 161 x
5 . Cara Membuat Karagenan Rumput Laut yang Praktis
  Senin, 09 Mar 2026 - https://jualmesinrumputlaut.wordpress.com/ - Terbaca 255 x
6 . Manfaat Jelly Berbahan Rumput Laut untuk Berbuka, Dukung Asupan Serat Selama Ramadan
  Senin, 02 Mar 2026 - https://lifestyle.bisnis.com/ - Terbaca 239 x
7 . “Rumput Laut + Magnet + Biomassa E. coli” untuk Menangkap Tetrasiklin dari Air
  Senin, 23 Feb 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 243 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,642,075 Kali
Member JaSuDa 10,757 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin