MATARAM - Dalam dua bulan (Oktober- November) 2008 sedikitnya 10 investor dalam dan luar negeri datang ke Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menjajaki kemungkinan berinvestasi di daerah ini.
Kepala Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM) NTB Jalal kepada wartawan di Mataram mengatakan investor tersebut berminat menanamkan modalnya di sektor agribisnis, pertambangan, energi dan perikanan yang potensinya cukup besar di daerah ini.
Ia mengatakan, di subsektor perikanan banyak investor yang berminat menanamkan modalnya untuk pengembangan komoditi rumput laut. Antara lain, perusahaan dari Korea Selatan (Korsel) tertarik untuk mengembangkan rumput laut yang dijadikan bahan baku biofuel.
"Untuk itu perusahaan Korsel tersebut membutuhkan lahan cukup luas, yakni 50.000 hingga 100.000 hektare untuk pengembangan budidaya rumput laut dan 400 ha untuk membangun pabrik bifuel, karena itu investor tersebut diarahkan ke perairan laut Teluk Saleh di Kabupaten Sumbawa," ujarnya.
Sebelumnya perusahaan Korsel tersebut juga telah mengembangkan rumput laut dan membangun pabrik bioetanol di Provinsi Riau bekerja sama dengan perusahaan di daerah tersebut.
Selain itu, kata Jalal, investor dalam negeri asal Jakarta juga berminat mengembangkan komoditi rumput laut. Karena lahan yang dibutuhkan tidak terlalu luas, investor itu diarahkan di Pulau Lombok. Kini, pengusaha tersebut sedang melakukan peninjauan lapangan di pantai selatan dan timur Pulau Lombok.