(Berita Daerah - Papua) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua lewat Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua sedang membudidayakan rumput laut, yang dalam prosesnya sangat mudah mencapai 30 - 45 ton basah per hari.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Astiler Maharaja, kepada ANTARA di Jayapura, Senin, mengatakan saat ini instansinya berupaya membudidayakan budidaya rumput laut, yang mana kegunaan dari rumput laut ialah sebagai makanan dalam bentuk kue, agar-agar, kapsul obat dan bahan kosmetik.
"Disamping itu ada rumput laut merah yang juga mempunyai kegunaan sebagai bahan untuk kertas, di sisi lain dari proses budidaya rumput laut memang sangat efisien dan efektif, sebab tidak membutuhkan dana operasional yang sangat besar," lanjut Maharaja.
Ia menjelaskan, pengembangan budi daya rumput laut hanya memutuhkan waktu 15 hari sudah panen, namun per 45 hari untuk hasilnya dapat mencapai 30 - 45 ton basah, ini sangat cepat dan sudah merupakan keuntungan yang besar.
Upaya budi daya rumput laut dilakukan dengan Dana Penguatan Modal (DPM) dan penyalurannya melaui bank BRI, namu dana ini merupakan dana APBN dengan bunga 6% pertahun? lanjut Maharaja
Maharaja mengungkapkan, Beberapa daerah yang menjadi tempat budi daya rumput laut antara lain Kabupaten Biak, Supiori, Yapen dan Kabupaten Nabire, sebab letak daerahnya sangat strategis dengan wilayah laut yang baik.
Selain dilakukan pengembangan budidaya rumput laut, juga sedang berencana membudidayakan ikan kerapu, namun hal ini membutuhkan dana operasional yang sangat besar, apalagi untuk pembibitan/ benih ikan kerapu didatangkan dari luar Papua, yaitu dari Gondol dan Sidoarjo.
"Untuk tahun 2007 yang telah menyiapkan benih-benih ikan kerapu yang selanjutnya dalam tahun 2008 ini direalisasikan, namun untuk persoalan ini kami juga sudah menyikapkan sarana pendidikan trampil bagi para pembudidaya dari dinas perikana sendiri, yang mana sudah ada di daerah Kabupaten Yapen, Supiori dan Kabupaten Nabire," lanjutnya.
Ia berharap, dengan proses budi daya yang membawa keuntungan yang besar bagi pendapatan daerah kiranya tetap terjaga dan bagi masyarakat untuk tetap melestarikan budidaya rumput laut dan menjaga wilayah laut Papua agar tetap bersih dan aman, terutama bagi msyarakat nelayan dan pesisir pantai.