
Dua minggu lalu kami melakukan perjalan tugas untuk mengetahui seberapa banyak petani di pulau Flores (kabupaten Sikka, Flores Timur dan Lembata) mendapat informasi teknis budidaya dan pasar dari jasuda.net dan seberapa besar manfaat informasi itu pada mereka. Tulisan ini tidak dapat menjawb langsung kedua pertanyaan diatas, karena sebuah lembaga independent (MRI) sedang menginput semua data yang dikumpulkan, analisis data akan dilakukan oleh seorang konsultan (Rema N. Hanna). Selain itu evaluasi juga bermaksud untuk mengetahui informasi penting apa yang dibutuhkan petani untuk dimuat di berita jasuda.net.
Secara umum pertanyaan yang paling banyak diajukan oleh petani rumput laut di ketiga kabupaten tersebut adalah, bagaimana mengatasi penyakit ice-ice dan lumut. Dari berbagai sumber yang tersedia kami merangkum hal-hal apa yang perlu diketahui oleh petani tentang Ice-ice dan Efifit (lumut).
Apakah ice-ice itu?
Ice-ice digambarkan sebagai suatu keadaan dimana rumput laut memutih atau kehilangan warna aslinya sebagai akibat dari faktor-faktor lingkungan yang kurang menguntungkan, seperti tingkat kegaraman air laut (salinitas) dan suhu (temperature). Ice-ice disebabkan oleh kurangnya nutrisi yang diperoleh oleh rumput laut. Gejala ini dapat mengakibatkan rusaknya sebagian atau seluruh tanaman.
Apakah yang dapat dilakukan jika ice-ice muncul?
1. Jika ice-ice masih menyerang ujung-ujung tanaman, buanglah bagian yang putih dan pindahkan bentangan ke lokasi yang belum terkena serangan ice-ice.
2. Jika batang(dekat ikatan) terkena ice-ice sebaiknya cepat dipanen/angkat .
3. Jangan menggunakan “bibit” dari tanaman yang telah terkena ice-ice.
Apakah Efifit itu?
Efifit baik yang makro (dapat dilihat dengan kasat mata) ataupun mikro (tidak dapat dilihat dengan kasat mata) adalah tanaman akuatik (yang hidup di air) yang menempel ke rumput laut sebagi inangnya, seperti Kappaphycus atau Eucheuma.
Ada beberapa Tipe Efifit yang biasa menyerang rumput laut:
1. Tipe I, secara lemah menempel pada permukaan inangnya, tidak terdapat tanda-tanda adanya kerusakan pada jaringan (contoh: ulva atau lumut hijau).
2. Tipe II, secara kuat menempel pada permukaan inangnya, tetapi tidak terdapat kerusakan jaringan inang (contoh: gracilaria = sango-sango).
3. Tipe III, efifit menembus sel luar inangnya tanpa merusak sel korteks.
4. Tipe IV, efifit menembus permukaan luar dinding sel inangnya, diiringi dengan adanya perusakan pada sel korteks.
5. Tipe V, efifit merusak jaringan inangnya, bertumbuh di dalam sel inangnya diiringi dengan perusakan sel korteks dan (dalam beberapa kasus) pada sel medular (contoh: Polisphonia/Neosiphonia = bulu-buluan bhs Makassar).
Faktor-faktor yang mungkin menimbulkan efifit:
1. Status kesehatan tumbuhan inang (rumput laut), misalnya kekurangan gizi, penurunan index warna (pucat).
2. Tidak adanya atau lemahnya pergerakan air di lokasi penanaman.
3. Suhu atau temperatur air yang ekstrim (terlalu panas, >34C).
4. Rendahnya kegaraman air laut (kurang dari 20 ppt).
5. Pencahayaan (sinar matahari) yang ekstrim (<50 micromol photon ms).
6. Tingginya kekeruhan.
Tanda-tanda Serangan Efifit Tipe V (Polisphonis/neosiphonia):
1. Adanya „goose bump“ (adanya bintik-bintik hitam di hampir seluruh permukaan rumput laut).
2. Terjadinya perkembangan „goose bump“ menjadi semacaman kumpulan rambut-rambut halus.
3. Pematangan kumpulan rambut-rambut halus ke percabangan rumput laut.
Efek Perusakan Polisphonis/neosiphonia terhadap rumput laut:
1. Melemahnya kondisi rumput laut .
2. Terjadinya penurunan indeks warna, rotting, fragmentation dan disintegrasi.
3. Tersedianya tempat untuk bacteria menginfeksi rumput laut.
Dampak Efifit:
1. Terjadinya persaingan dalam lokasi, zat-zat gizi, gas-gas terlarut dan sinar matahari, dengan demikian membatasi tingkat petumbuhan rumput laut.
2. Kehilangan tanaman secara total ataupun sebagian (kehilangan yang mengakibatkan kurangnya jumlah panen dan jumlah penghasilan petani).
3. Kekurangan atau tidak tersedianya “bibit’ untuk siklus penanaman berikutnya.
Bagaimana mengurangi terjadinya serangan Efifit seperti Polisphonis/neosiphonia:
1. Gunakan hanya “bibit” yang tidak terinfeksi, bersih dan sehat (hal yang paling penting).
2. Pilihlah lokasi tanam yang bersih, berarus sedang-kuat, lokasi yang kurang terdapat pelumpuran / pendangkalan dan usahakan tidak terlalu dekat dengan pemukiman.
3. Jika mungkin pindahkan tanaman ke lokasi yang berarus kuat dengan pencahayaan yang cukup (cahaya matahari masih dapat menembus lokasi).
4. Sering-seringlah mengunjungi kebun anda, monitor keadaan suhu, kegaraman, kekeruhan dan arus.
Apa yang harus dilakukan jika terjadi peningkatan Polisphonis/neosiphonia:
1. Cepat-cepatlah panen rumput laut anda.
2. Tidak perlu menyisakan bagian-bagian yang kelihatannya tidak terinfeksi untuk dijadikan „bibit“ kembali, hal ini perlu untuk menghindari terjadinya penularan dari satu tanaman ke tanaman lainnya. Ingatlah bahwa masalah efifit akan lebih cepat muncul jika sporanya sudah menempel di permukaan „bibit“.
3. Jangan gunakan lokasi yang sama untuk penanaman berikutnya (pindah sementara untuk mengurangi pertumbuhan efifit).