
Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, membuka ajang internasional komunitas rumput laut se-dunia, First Indonesia Seaweed Forum, di Hotel Clarion Makassar, Selasa (28/10). Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo juga turut hadir mendampingi.
Sebanyak 100 delegasi dari 19 negara di luar Indonesia tercatat hadir dalam pertemuan ini. Selain itu sembilan provinsi yang memiliki pesisir di Indonesia mengutus delegasi sekitar 200 orang.
Provinsi yang memiliki pesisir itu di antaranya Sulsel, Sulbar, Sulteng, Gorontalo, Manado, dan juga Papua. Kegiatan ini akan digelar hingga Kamis (30/10), dengan mengadakan field trip ke Kabupaten Jeneponto untuk melihat langsung budidaya rumput laut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Iskandar, dalam jumpa persnya, menilai pertemuan ini merupakan kesempatan emas bagi Indonesia untuk mengembangkan potensi rumput laut di Indonesia khususnya di Makassar.
Ke depan Pemerintah Provinsi Sulsel akan memproyeksikan menjadi sentra pengembangan rumput laut terbesar di dunia.
Menurut Iskandar, Sulsel memiliki potensi lahan untuk pengembangbiakan rumput laut dengan panjang pantai mencapai 1.930 meter dan lahan tambak seluas 32 ribu hektar. Produksi rumput laut jenis cotony di Sulsel pada 2007 mencapai 26 ribu ton.
Organizing Committee, Arman Arfah, mengungkapkan, dalam ajang ini, sejumlah topik dibahas dalam diskusi forum di antaranya bertema Overview of Seaweed In The World and Indonesian Seaweed Prospects yang dibahas oleh Managing Director Seaplant.net Foundation, Dr Iain C Neish.
Selain itu ada juga scientific forum yang akan membicarakan tentang eksplorasi hasil penelitian berupa benih, teknologi terapan, dan kualitas produk.
"Juga ada business forum dan yang membahas potensi pasar dunia, model kemitraan, joint venture strategi, diversifikasi produk rumput laut," jelasnya.
Ada juga kongres kelompok tani untuk membahas kualitas produk, kepastian harga, stabilitas harga dan pasar, serta pameran aneka jenis rumput laut dan produk yang bisa dihasilkannya.
Salah satu stan Seaplant.net menawarkan dodol dari rumput laut, puding rumput laut, dan manisan rumput laut yang merupakan produksi Kelompok Tani Jasuda Takalar Lama.