
Wilayah sepanjang pantai di kawasan Geger dan Sawangan merupakan wilayah yang subur bagi rumput laut sepanjang musim, terutama jenis cottonii sakul dan cottonii celery. Sistem budidaya yang digunakan adalah sistem penanaman dasar dengan long line. Berat bibit yang ditanam berkisar antara 95 - 110 gram, dengan jarak satu tali rapia dengan yang lain 19 - 21 cm, sehingga berat rumput laut dalam masa panen berkisar antara 650 - 1000 gram.
Idealnya, proses panen untuk rumput laut adalah 40 – 45 hari, kebanyakan petani di Geger tidak dapat memenuhi waktu tersebut. Dari beberapa petani yang sempat dikonfirmasi seperti Bapak Wayan Supandi, Bapak Wayan Mawan dan Bapak Wayan Sumiran (Ketua Kelompok) menginformasikan bahwa tidak terpenuhi standar panen oleh petani diakibatkan oleh arus dan ombak yang tidak dapat ditanggulangi serta medan (dasar laut) yang ditanami berbeda antara satu dengan yang lain, sehingga kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap daya tahan rumput laut di air.
Spesies rumput laut yang dibudidayakan di Geger pada umumnya adalah spesies cottonii, berikut ini uraiannya menurut versi Bali antara lain :
a. Cottonii Sakul (Brokoli)
Cottonii Sakul bentuknya menyerupai broccoli dengan struktur batang ranting yang keras dan kuat. Untuk spesies ini paling banyak ditanam di kawasan Badung Selatan termasuk Geger dan Sawangan. Spesies ini dapat tumbuh dan bertahan disetiap musim, baik pada curah hujan yang tinggi maupun pada musim kemarau. Untuk kandungan gel-nya lebih rendah dibandingkan dengan spesies cottonii karang jahe batang besar. Hama tidak terlalu mengganggu spesies ini terkecuali tanaman lumut dan tanaman pengikat. Batang daripada spesies ini lebih kuat menahan arus air dibandingkan dengan spesies cottonii yang lain.
b. Cottonii Karang Jahe Batang Besar
Spesies ini menyerupai trumbu karang, batangnya sebesar jahe dan mempunyai batang ranting relatif sedikit serta mudah patah saat dihempas arus. Untuk spesies ini merupakan spesies musiman, tidak cocok untuk ditanam di kawasan Badung Selatan, karena cuaca disini fluktuasinya sangat drastis. Spesies ini hanya dapat bertahan antara pertengan bulan oktober sampai pertengahan bulan januari per tahunnya, dimana curah hujan masih relatif kecil dengan suhu berkisar antara 30°C - 33°C, sehingga apabila ditanam pada suhu <30°C dan >33°C berkisar bulan februari sampai September, spesies ini tidak dapat bertahan dan akan mengalami kebusukan. Spesies ini mempunyai kandungan gel yang sangat tinggi dibandingkan dengan spesies cottonii yang lain. Hama lebih cendrung memakan spesies ini.
c. Cottonii Karang Jahe Batang Sedang
Spesies ini tidak jauh berbeda dengan spesies cottonii karang jahe batang besar, hanya berbeda pada batangnya lebih kecil. Spesies ini sifatnya sama dengan cottonii karang jahe batang besar hanya kandungan gel-nya lebih rendah.
d. Cottonii Gadis Bali Merah, Hijau, Biru
Spesies ini mempunyai batang yang elatis, rantingnya lebat menyerupai rambut terurai, sehingga diberi nama Gadis Bali. Spesies ini merupakan spesies yang berevolusi di Bali, tetapi spesies ini tidak berevolusi secara sempurna, sehingga tidak bisa tumbuh pada setiap musim. Spesies ini hanya dapat bertahan seperti halnya cottonii karang jahe batang besar dan sedang serta tidak tahan terhadap gangguan hama. Kandungan gel-nya paling rendah dibandingkan dengan jenis cottonii yang lain.
e. Cottonii Seladri (Celery)
Ukuran dan bentuk spesies ini menyerupai cottonii sakul (broccoli), hanya saja ujung rantingnya lebih kecil dan rimbun sehingga mirip sekali dengan seladri. Spesies ini sama kemampuan bertahannya dengan cottonii sakul tetapi kandungan gel-nya relatif lebih rendah dibandingkan dengan cottonii sakul.