Banjarmasin, KP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mentargetkan bisa membuka peluang ekspor rumput laut ke Korea.
”Kita ingin sasar potensi pasar rumput laut ke berbagai negara terutama Korea, salah satunya untuk bahan baku kertas,” kata Kabbid Perdagangan Laur Negeri Disperindag Kalsel, Siti Djumiah, di Banjarmasin, Rabu.
Namun disayangkan potensi tersebut belum mampu ditangkap oleh ekspotir rumput laut Kalsel, yang hingga kini belum mampu mengembangkan budidaya rumput laut tersebut secara maksimal.
Dulu Gubernur pernah melakukan ekspor rumput laut ini ke berbagai negara, namun macet kendati permintaan masih cukup besar, ujarnya.
Pihak Disperindag Kalsel berharap peluang pasar rumput laut bisa dikembangkan oleh petani rumput laut melalui pembinaan dinas terkait.
Potensi ekspor Kalsel, tidak semata-mata mengandalkan hasil tambang yang akan habis setelah dilakukan eksploitasi secara besar-besaran.
”Kita berharap akan ada terobosan batu ekspor asal Kalsel, mengingat potensi Kalsel juga cukup besar, diantaranya di daerah Kotabaru, Batu Licin maupun Tanah Laut,” katanya.
Saat ini salah satu daerah yang telah berhasil melakukan ekspor rumput laut ke Korea adalah Bali, karena para petani rumput laut di daerah tersebut cukup berkembang.
Dalam beberapa tahun terakhir, eskpor perikanan asal Kalsel terus mengalami penurunan secara drastis seperti pada periode Januari-Juli 2007 volume ekspor perikanan masih mencapai 2,2 ribu ton ikan dengan nilai ekspor 11,1 juta dolar Amerika.
Jumlah tersebut menurun pada 2008 dengan peroide yang sama, yaitu volume ekspor 1,2 ribu ton dengan nilai ekspor hanya sekitar 6,4 ribu ton Amerika, atau turun hingga -42,29 persen.
Djumiah mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab turunnya ekspor bidang perikanan ini. Padahal, beberapa negara kini tidak hanya meminta produk perikanan hasil tangkapan, tetapi sudah menuju ke produk hasil budidaya.
”Saat ini beberapa negara ekspor tidak hanya mengandalkan ikan tangkapan, tetapi juga hasil budidaya, mungkin peluang itu belum bisa ditangkap oleh petani ikan,” katanya.
Beberapa negara tujuan ekspor udang baku diantaranya, Jepang, Hong Kong, Taiwan, China, Belgia dan Singapura. Sedangkan untuk kura-kura hidup atau labi-labi yaitu ke Hong Kong dan Singapura.
Sebenarnya, tambahnya, Djumiah, Amerika Serikat, sebelumnya juga menjadi tujuan ekspor udang baku, namun sejak awal 2008 telah berhenti.