
Makassar didaulat sebagai tuan ramah dalam ajang bertaraf internasional Indonesia Seaweed Forum atau Forum Rumput Laut Indonesia.
Penunjukan Makassar sebagai tuan rumah didasari prestasi Sulawesi Selatan sebagai penghasil rumput laut terbanyak. Dari 2 juta ton produksi rumput basah, 30 persen disumbangkan oleh petani rumput laut yang tersebar di beberapa daerah di Sulsel.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Syahrun menuturkan Indonesia Seaweed Forum akan digelar di Hotel Clarion di penghujung Oktober mendatang (Info terbaru di Celebes Convention Center, red). Dalam ajang itu akan dibicarakan upaya menggenjot produksi rumput laut nasional.
"Kami menargetkan lebih 1000 peserta termasuk kalangan industri rumput laut dalam maupun luar negeri," kata Syahrun dalam jumpa pers di Hotel Clarion.
Syahrun melanjutkan, pemerintah menarget menjadikan Sulsel sebagai penghasil rumput laut terbesar di dunia paling lambat 2012 mendatang. Untuk mewujudkan target itu, pemerintah akan mengoptimalkan potensi yang telah ada serta 300 hektar pesisir dan pulau yang kini dalam tahap pengembangan.
"Bersama Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara, kita akan manfaatkan teluk Bone untuk menjadi industri rumput laut dunia paling tidak 2010 atau 2012" tutur dia.
Melalui acara itu pula, Sulsel diharapkan dapat membuka peluang investasi sekaligus mempersiapkan tenaga ahli di bidang rumput laut. Syahrun menandaskan, tujuan akhir yang ingin dicapai dalam even ini adalah pengentasan kemiskinan khususnya di daerah pesisir.