Untitled Document
Kamis , 07 Mei 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Pelaku Pariwisata VS Petani Rumput Laut di Geger, Bali
25-Nop-05 - Sumber: Nengah Suastra, SE (Crop Logger Nusa Dua) - Terbaca 5082 x - Baca: 07 May 2026
 
Di tengah terpuruknya perekonomian secara makro, berakibat pada tingkat pendapatan perkapita penduduk Indonesia berada dibawah rata-rata. Kenaikan BBM, Ancaman Teroris, Flu Burung dan lain sebagainya mempunyai andil paling besar terhadap sensitifitas perkembangan pariwisata di tanah air khususnya Bali.



Bali saat ini bagaikan kota mati. Pemilik hotel sepertinya tidak bisa bertahan untuk waktu yang lama, apabila kondisi pariwisata terus seperti ini. Pemerintah bersama komponen pariwisata lainnya telah melakukan upaya untuk me-recovery Bali, tetapi sampai saat ini masih belum membuahkan hasil yang signifikan, sehingga harapan bagi dunia pariwisata masih tipis.



Dalam hal ini perlu adanya usaha alternatif untuk menunjang perekonomian masyarakat, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam dunia pariwisata agar tetap stabil. Bali, sesungguhnya adalah pulau yang kaya sumber daya alam dan ramah lingkungan. Rumput laut dapat berkembang dengan baik, tanaman perkebunan bisa berkembang, pertanian daratpun dapat diandalkan.



Banyak sekali system pertanian yang sedang digalakkan di Bali, baik secara hydroponik, Aeroponik maupun yang lain. Rumput lautpun di wilayah Bali dapat diandalkan apalagi rumput laut Bali telah masuk ke pasar Internasional, tetapi dalam upaya pengembangan rumput laut Bali diperlukan peran pemerintah dalam hal penataan, sehingga dapat berjalan sesuai dengan harapan petani.



Petani Bali khususnya Sawangan masih belum bisa all out bekerja di laut oleh karena mereka masih terbentur dengan lahan tempat pembibitan (mengikat bibit untuk ditanam), sehingga petani masih setengah hati dalam mengolah lahan pantai tersebut. Sesungguhnya pertanian rumput laut merupakan solusi terbaik bagi terpuruknya industri pariwisata.



Mengapa demikian?, karena saat industri pariwisata mengalami stress, permintaan rumput laut dipasar konstan dan bahkan harga rumput laut naik dari Rp. 5.000-5.300 per kg dengan MC=35-40% dan DC=2-4% menjadi Rp. 5.200 ? 5.500, dengan kondisi yang sama. Jadi komoditi ini mempunyai kecendrungan yang berbanding terbalik dengan perkembangan pariwisata di Bali. Sekali lagi,boleh dikatakan bahwa rumput laut sebagai alternatif solusi atas dilema yang terjadi dalam industri pariwisata.



Ironisnya, masyarakat masih larut dalam sikap gengsi, padahal pertanian rumput laut tidak memerlukan skill khusus untuk melakoninya. Apalagi pertanian rumput laut tidak mengenal musim dan tidak tergantung pada usia dan jenis kelamin tenga kerja. Pekerjaan ini dapat dikerjakan orang muda, tua, perempuan dan laki-laki bahkan anak sekolah dapat menekuni pekerjaan ini tanpa menggangu jam sekolahnya.



Dilematis memang kalau kita berbicara korelasi antara Pariwisata dengan Rumput Laut, bagaikan minyak dalam air. Karena satu sisi pariwisata memerlukan pantai yang bersih dari aktivitas apapun kecuali pariwisata, sementara rumput laut memerlukan aktivitas di sepanjang pantai. Sehingga dapat disinonimkan - bagaikan minyak dalam air -.



Hal bijaksana yang dapat dilakukan adalah bekerjasama antara pemerintah, pelaku pariwisata dan petani untuk membagi lokasi yang jelas diantara keduanya atau menjadikan pertanian rumput laut bagian dari pariwisata yang lazim disebut agrowisata. Imbasnya adalah petani dapat berkiprah tanpa harus was-was oleh penggusuran.



Kesepakatan ini telah dilakoni oleh petani di wilayah Nusa Dua, seperti Geger Samudra Indah dan Artha Segara Murti. Lahan Pertanian di wilayah ini merupakan daerah yang diplot sebagai wilayah pariwisata. Untuk wilayah Geger sudah negosiasi dengan pihak investor dalam upaya mencapai win-win solution untuk menjawab kekhawatiran petani. Hasilnya, petani Artha Segara Murti telah diberi ruang oleh investor di kawasan itu (Gunung Payung) dengan cara membagi pemanfaatan pantai yaitu dari bibir pantai sampai karang batas pantai dibagian tengah.



Petani Artha Segara Murti kelompok utara belum pasti nasibnya. Ketidakpastian tersebut menyebabkan petani masih memanfaatkan lahan pantai selagi tanah investor tersebut belum dibangun. Wilayah sepanjang pantai di kawasan Geger dan Sawangan merupakan wilayah yang subur bagi rumput laut sepanjang musim, terutama jenis cottonii sakul dan cottonii celery menggunakan system penanaman dasar dengan long line.
 
 
 
More Berita
 
1 . Pelatihan Integrated Ulva spp. Value Chain Training
  Selasa, 28 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 69 x
2 . DPR Dukung Rumput Laut dan Singkong Jadi Pengganti Plastik Impor
  Senin, 20 Apr 2026-https://www.babelinsight.id/ - Terbaca 75 x
3 . Pengiriman Ulva sebagai Bahan Baku Industri Terus Meningkat
  Jumat, 10 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 101 x
4 . Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan
  Selasa, 07 Apr 2026-https://www.suara.com/ - Terbaca 119 x
5 . KM Logistik Nusantara 5 Tambah Kapasitas untuk Dukung Pengiriman Rumput Laut
  Selasa, 31 Mar 2026-https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 125 x
6 . Kunjungan KKP ke Jasuda, Olahan Rumput Laut Sulsel Siap Naik Level
  Jumat, 27 Mar 2026-Dian Maya Sari - Terbaca 148 x
7 . Potensi Rumput Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan
  Rabu, 25 Mar 2026-https://bahasa.newsbytesapp.com/ - Terbaca 164 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 108 x
2 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 127 x
3 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 158 x
4 . Peneliti UNDIP Kembangkan Teknologi Inovasi Pengering Rumput Laut
  Rabu, 25 Mar 2026 - https://kemdiktisaintek.go.id/ - Terbaca 161 x
5 . Cara Membuat Karagenan Rumput Laut yang Praktis
  Senin, 09 Mar 2026 - https://jualmesinrumputlaut.wordpress.com/ - Terbaca 255 x
6 . Manfaat Jelly Berbahan Rumput Laut untuk Berbuka, Dukung Asupan Serat Selama Ramadan
  Senin, 02 Mar 2026 - https://lifestyle.bisnis.com/ - Terbaca 239 x
7 . “Rumput Laut + Magnet + Biomassa E. coli” untuk Menangkap Tetrasiklin dari Air
  Senin, 23 Feb 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 243 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,642,080 Kali
Member JaSuDa 10,757 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin