
BA'A, PK--Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) hingga 14 Juli 2008 di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rote Ndao melampaui target sekitar 105,04 persen, atau pemasukan sebesar Rp 273.935.124,00, dari target Rp 260.781.700,00.
Kepala Tata Usaha (KTU) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rote Ndao, Jacob Doek, S.Pi, ditemui di ruang kerjanya, mengatakan, sumbangan terbesar PAD pada dinas ini masih dari rumput laut, sekitar Rp 139.141.000,00. Angka ini melampaui target yang dipatok sebesar Rp 136.379.200,00. Angka PAD ini akan terus bertambah hingga akhir tahun 2008.
Menurutnya, peningkatan PAD yang cukup cepat ini karena didukung budidaya rumput laut di Rote yang makin baik. Pengelolaan rumput laut di Rote semakin bagus terutama pengawasan terhadap pengusaha yang ditandai dengan penandatanganan naskah perjanjian kerja sama antara pemerintah dan 14 pengusaha rumput laut yang memperoleh hak konsesi pengelolaan komoditi rumput laut di Rote Ndao.
Kondisi ini membuat PAD dari rumput laut terus meningkat.
Dikatakan Jacob, selain sumbangan dari rumput laut, PAD di Dinas Kelautan dan Perikanan juga mendapat sumbangan dari cumi-cumi sebesar Rp 73 juta dari target pemasukan Rp 50 juta. "Saat ini PAD untuk cumi-cumi naik karena para pengusahanya konsisten dan tidak lari seperti tahun sebelumnya. Pengusaha saat ini diberikan kesempatan untuk melakukan pengumpulan dan pengolahan sesuai Perda 34/2004 tetang pembelian dan pengumpulan hasil perikanan. Karena itu, para pengusaha tidak bisa lari lagi seperti tahun sebelumnya yang pengawasannya belum maksimal," kata Jacob.
Selain sumbangan rumput laut dan cumi-cumi, kata Jacob, masih ada sumbangan lain untuk PAD, yakni izin penangkapan, izin usaha perikanan, izin retribusi pergantian administrasi dan dana bergulir.
Khusus dana bergulir, jelas Jacob, saat ini pemasukan baru mencapai Rp 47.541.800,00 dari sisa tunggakan sejak tahun 2004-2008 sebanyak Rp 500 juta. "Untuk dana bergulir masyarakat akan membayar pinjaman mereka setelah panen. Dan tahun ini diperkirakan akan lebih banyak. Namun ada sebagian warga yang menggunakan dana bergulir sudah pindah," kata Jacob.