MAKASSAR, Upeks--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel memastikan dua pengusaha besar bergerak di sektor usaha rumput laut rencana berinvestasi di Kota Makassar. Satu pengusaha berasal dari Jepang dan satunya pengusaha nasional yakni PT Agarindo Bogatama. PT Agarindo Bogatama, perusahaan asal Bogor memang spesial pengolahan rumput laut.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Kadiskanlut) Sulsel, Ir Syahrun mengatakan, pihaknya telah menerima delegasi PT Agarindo mengenai keinginannya membangun pabrik rumput laut di Makassar. "Kami telah menerima delegasi PT Agarindo Bogatama berpusat di Bogor mengenai keinginannya membangun pabrik rumput laut di Makassar," ujar Syahrun ditemui di ruang kerjanya, lalu usai melakukan pertemuan tertutup.
Menurutnya, salah satu alasan sehingga PT Agarindo tertarik untuk membangun pabrik di ibu kota Sulsel, karena letaknya yang sangat strategis. Agarindo juga akan mengkovers produksi rumput laut tersebar di sejumlah kabupaten di Sulsel diantaranya, Kabupaten Takalar, Pangkep, Bone.
Ditanya mengenai nilai investasi yang direncanakan, dia mengatakan, pihaknya belum membahas sampai pada persoalan modal. Dalam pertemuan tersebut lanjutnya, pihaknya baru mempelajari potensi pengembangan rumput laut yang ada di Sulsel.
Produksi jenis rumput laut ini sekitar 300 ton per tahun.
Karena itu, pihak Agarindo kini mencari tempat yang pas karena menyangkut kebutuhan air makanya dipiliha Makassar. Pabrik ini sendiri diharapkan sudah beroperasi 2009 mendatang.
Dengan kehadiran pabrik pengolahan rumput laut tersebut, diharapkan berpengaruh signifikan bagi masyarakat. Khususnya dalam penyerapan tenaga kerja yang diprediksi mencapai ratusan tenaga kerja, di luar buruh harian. Selain itu, akan semakin memacu pembudidaya rumput laut di daerah ini.
Sulsel tercatat sebagai penghasil rumpul laut terbesar kedua di dunia dengan potensi lahan 250.000 hektare di pinggir laut dan 98.000 hektare areal budi daya.
Tahun 2007, Sulsel telah meningkatkan produksi sebesar 20% dari produksi 2006 sebanyak 75.000 ton.
Menurut dia, nilai tambah rumput laut di daerah ini akan semakin tinggi menyusul hadirnya pabrik pengolahan Agarindo Bogatama. Agarindo menjadikan Sulsel sebagai titik pengumpulan rumput laut dengan target serapan 1.000 ton per tahun. Sulsel adalah salah satu produsen rumput laut terbesar kedua dunia, dengan angka produksi 75.000 ton per tahun.
Lebih jauh, dia mengatakan, semakin banyaknya pengusaha dari luar meminati rumput laut merupakan suatu tantangan tersendiri. Untuk itu, Diskanlut akan memprogramkan revitalisasi lahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal Kota Makassar, Riefat Suaeb mengatakan, setiap investor yang ingin menanamkan sahamnya terlebih dahulu mendaftarkan usahanya di Makassar untuk mendapatkan izin usaha.
Namun, hingga saat ini pihaknya belum menerima pengajuan dari PT Agarindo mengenai pengajuan izin usaha. Meski demikian, dia mengatakan, pihaknya tidak akan mempersulit setiap pengusaha yang mengurus izin usaha sepanjang memenuhi persyaratan yang telah dipersiapkan. "Kami belum menerima surat pengajuan mendapatkan perizinan. Yang jelas, kami berjanji tidak akan mempersulit setiap pengusaha yang ingin berinvestasi di Makassar," ungkapnya.