KabarIndonesia - Bupati Luwu Timur, H. Andi Hatta Marakarma beserta warga dusun Burau Pantai desa Burau, Kecamatan Burau melakukan acara panen raya rumput laut di pantai desa Burau.
Kehadiran Bupati ditengah-tengah warga membuat masyarakat bersukacita dan bersemangat dalam melakukan aktivitasnya, apalagi selama ini Bupati Andi Hatta tidak sering masuk ke wilayah pantai.
Sukacita warga Burau Pantai cukup beralasan mengingat selama empat tahun belakangan warga yang bermukim di pingir pantai ini mengandalkan hidup dari nelayan tangkap ikan menggunakan trawl, namun sejak penggunaan trawl dilarang oleh Pemerintah maka praktis nelayan banyak yang menganggur.
Namun seiring berjalannya waktu, kehidupan nelayan mulai berubah sejak Juli 2004 ketika warga mulai membudidayakan rumput laut jenis Katonik dengan luas lahan saat itu baru Ľ Ha kemudian pada tahun 2005 bertambah lagi seluas 1 Ha.
Badaruddin, salah seorang Pengusaha Rumput laut yang tinggal Burau Pantai menuturkan budidaya rumput laut di Burua Pantai telah mendapat perhatian dari Pemkab. Luwu Timur dimana pada tahun 2007 Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab.
Luwu Timur mengalokasikan bantuan dana dan fasilitas lainnya berupa demplot untuk budi daya rumput laut jenis Katonik, dan sejak itu Budi daya rumput laut mengamali perkembangan yang luar biasa baik menyangkut produksi maupun harga,yakni dari harga Rp 4000/Kg menjadi Rp 12.000/Kg kering.
” Kita bisa bayangkan kalau lahan 1 Ha dikelola oleh 1 KK mampu menghasilkan 2,5 ton rumput laut kering x Rp 12.000 /Kg dengan masa pemeliharaan 50 hari ” kata Badaruddin meyakinkan.
Saat ini luas peraian di Burau Pantai yang potensial untuk rumput laut seluas 350 Ha sedangkan yang berproduksi saat ini baru mencapai 126 Ha, oleh sebab itu warga pantai hanya mengahrapkan agar Pemkab Luwu Timur lebih banyak lagi menyentuh mereka sehingga hasil produksi dapat lebih meningkat sehingga perekonomian juga dapat ditingkatkan.
Bupati Luwu Timur Andi Hatta dalam sambutannya menyatakan rasa gembiranya melihat ekonomi warga sedikit demi sedikit mulai menunjukan tanda-tanda perbaikan setelah membudidayakan rumput laut. Ke depan Pemkab Luwu Timur akan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat pembudidaya rumput laut ini, kata Hatta. Menyinggung kegiatan kelompok pembudidaya rumput laut, Bupati menyatakan rasa salutnya tentang kelompok ini, karena dengan berkelompok maka bantuan akan lebih mudah disalurkan, oleh karena itu kepada instansi terkait Bupati meminta agar segera menghitung berapa potensi lahan yang ada dan berapa biaya yang digunakan untuk pegembangan potensi rumput laut ini.
Bupati Andi Hatta juga menyempatkan diri meninjau lokasi budidaya rumput laut dengan menggunakan perahu bersama Camat Burau dan Kadis Kelautan dan Perikanan. Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Luwu Timur, Ir. Zakaria, mengatakan saat ini pihaknya tengah giat melakukan sosialisasi pengembangan sektor usaha rumput laut karena dengan pesisir pantai yang luas membuat potensi tambak tambak rumput laut sangat berpotensi untuk dikembangkan karean rumput laut mempunyai daya saing yang kuat. ”
Saat ini sekitar 120 Ha tambak mengelola aneka rumput laut mulai dari jenis kotoni,gricelaria. Dari 200 Ha lahan, 80 Ha yang dianggap berhasil dengan hasil perhektarnya mencapai tiga sampai empat ton” papar Zakaria. Khusus untuk kecamatan Burau,luas potensi lahan budidaya mencapai 126 Ha yang dikekola 0leh 86 Kelompok rumah tangga perikanan dan saat ini sedang digenjot produktifivitasnya.