Untitled Document
Senin , 04 Mei 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Meretas Kebun Bibit Rumput Laut
Selasa, 13 May 2008 - Sumber: trobos.com - Terbaca 5737 x - Baca: 30 Apr 2026
 
Chilie dikenal sebagai jawara produsen rumput laut berkualitas prima karena memiliki sistem pembibitan yang wahid



GEBRAK (Gerakan Bersama Rakyat) penanaman rumput laut telah dicanangkan oleh pemerintah. Target produksi rumput laut pun telah ditetapkan. Tak main-main, Dirjen P2HP-DKP, Martani Huseini, dalam sebuah seminar di Jakarta mengatakan, pada 2008-2009 Indonesia ditargetkan akan menjadi negara penghasil rumput laut terbesar di dunia. Tak hanya itu, pada 2020 Indonesia mentargetkan akan menjadi negara penghasil produk olahan rumput laut terbesar di dunia. Sebagai catatan, saat ini Indonesia menjadi penghasil rumput laut jenis Gracilaria terbesar kedua setelah Chilie.



Semua kalangan berharap, pemerintah tidak sekadar mengejar target secara kuantitas saja. Kualitas rumput laut yang akan dihasilkan pun harus menjadi perhatian serius. Jika masalah ini diabaikan tentu akan berdampak pada tidak lakunya rumput laut yang dihasilkan oleh para pembudidaya di tanah air di pasar Internasional. Salah satu faktor penting yang menjadi penunjang keberhasilan target-target tersebut adalah adanya kebun bibit yang mampu menghasilkan bibit-bibit rumput laut yang berkualitas.
Sadar akan hal ini, pemerintah pun mengembangkan kebun bibit seperti yang telah dilakukan oleh Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Situbondo. “Peran BBAP Situbondo adalah menyediakan bibit dengan membuat kebun bibit rumput laut Gracilaria di instalasi yang terletak di Pulokerto-Pasuruan,” ujar Slamet Subyakto, Kepala BBAP Situbondo. Lokasi tersebut dikenal dengan nama Pusat Pengembangan Bibit Rumput Laut Gracilaria. Menurutnya, bibit Gracilaria yang dikembangkan tersebut diambil dari tambak-tambak yang ada di Bekasi dan Sidoarjo. “Untuk Pasuruan khusus mengembangkan spesies Gracilaria verucosa,” Slamet menambahkan.



Selain mengembangkan kebun bibit Gracilaria di Pasuruan, BBAP Situbondo juga berencana akan mengembangkan kebun bibit di kawasan-kawasan sentra budidaya Gracilaria. Tujuannya untuk memasok bibit bagi para pembudidaya rumpu laut di kawasan tersebut. “Dan secara rutin, kebun bibit yang ada di kawasan-kawasan sentra budidaya mendapatkan pasokan dari pusat pengembangan bibit rumput laut di Pasuruan,” kata Slamet. Saat ini instalasi milik BBAP Situbondo mampu memproduksi 150 ton bibit Gracilaria dalam satu siklusnya.
Disamping Gracilaria, BBAP Situbondo juga membangun kawasan kebun bibit untuk spesies Euchema cottonii (kotoni) di Pacitan, Blitar, Rembang, Tuban, Lamongan, Situbondo dan Banyuwangi. Selain pihaknya, Slamet mengatakan, kebun bibit kotoni juga dikembangkan oleh Balai Budidaya Laut (BBL) Lombok.



Bukan Kebun Bibit Ideal



Atas upaya pemerintah dengan kebun bibit rumput laut ini, Muhammad Misbakhun, Pemimpin PT Agar Sehat Makmur Lestari (ASML) –produsen tepung agar di Pasuruan— punya komentar tersendiri. Menurutnya, apa yang tengah dikembangkan pemerintah saat ini belum mencerminkan sebuah kebun bibit yang ideal. “Kebun bibit itu harus jelas asal usul bibitnya! Bukan dengan mengambil bibit-bibit yang bagus dari tambak-tambak yang ada, lantas dibiakkan untuk kemudian diberikan kepada para pembudidaya.” Demikian cetus Misbakhun. Dengan kata lain, sebuah kebun bibit harus mampu menghasilkan bibit yang benar-benar baru dan berkualitas.
Lebih lanjut Misbakhun menerangkan, sebuah kebun bibit harus memiliki rumput laut turunan pertama (F1) yang biasanya dihasilkan melalui metode kultur jaringan. “Kebun bibit di luar negeri biasanya menggunakan metode kultur jaringan untuk menghasilkan bibit-bibit baru yang berkualitas.” Turunan pertama dari hasil kultur jaringan tersebut kemudian disimpan di suatu tempat. Dari F1 tersebut, akan dihasilkan rumput laut turunan keduanya (F2). “Turunan kedua itu yang nantinya akan dikembangkan di tambak untuk diperbanyak sebelum disebar kepada para pembudidaya. Atau mungkin bisa dikembangkan lagi sampai turunan ketiga (F3), dengan catatan kualitas rumput laut yang dihasilkan masih bagus,” terangnya.



Tak berhenti di situ, pengelola kebun bibit harus bisa menetapkan sampai berapa kali siklus bibit tersebut bisa dibudidayakan di tambak, tanpa kualitas dari rumput laut yang akan dipanen menurun. “Semua itu harus melalui penelitian yang intensif,” imbuh Misbakhun. Menurutnya, Chilie telah melakukan hal tersebut sejak 1970-an. Terutama untuk spesies Gracilaria sp. Sehingga tak heran, selain terkenal sebagai negara penghasil Gracilaria terbesar di dunia, Chilie juga dikenal mampu menghasilkan Gracilaria dengan kualitas prima. “Chilie sudah memiliki sistem pembibitan yang sangat baik,” ujar Misbakhun.
Misbakhun tak menampik, untuk membangun kebun bibit yang ideal dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, proses penelitian membutuhkan waktu yang panjang. Mulai dari menemukan bibit berkualitas melalui metode kultur jaringan sampai menentukan berapa kali bibit tersebut bisa digunakan di tambak. “Jadi jangan heran jika swasta jarang yang tertarik untuk mengembangkan kebun bibit yang ideal semacam ini,” imbuhnya.



Besarnya dana yang dibutuhkan untuk membangun sebuah kebun bibit yang ideal juga diungkapkan oleh Soerianto Kusnowirjono, Seaweed Development & Export Director PT Agarindo Bogatama, “Membangun kebun bibit yang ideal membutuhkan dana yang tidak sedikit.” Dia juga mengakui, selain membutuhkan dana yang besar, untuk membangun sebuah kebun bibit juga diperlukan keahlian khusus, karena dibutuhkan riset yang mendalam mengenai bibit rumput laut yang akan dikembangkan. “Sebaiknya ini dilakukan oleh pemerintah, karena swasta agak sulit untuk terjun ke sana,” usul Soerianto.
 
 
 
More Berita
 
1 . Pelatihan Integrated Ulva spp. Value Chain Training
  Selasa, 28 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 55 x
2 . DPR Dukung Rumput Laut dan Singkong Jadi Pengganti Plastik Impor
  Senin, 20 Apr 2026-https://www.babelinsight.id/ - Terbaca 65 x
3 . Pengiriman Ulva sebagai Bahan Baku Industri Terus Meningkat
  Jumat, 10 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 93 x
4 . Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan
  Selasa, 07 Apr 2026-https://www.suara.com/ - Terbaca 107 x
5 . KM Logistik Nusantara 5 Tambah Kapasitas untuk Dukung Pengiriman Rumput Laut
  Selasa, 31 Mar 2026-https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 117 x
6 . Kunjungan KKP ke Jasuda, Olahan Rumput Laut Sulsel Siap Naik Level
  Jumat, 27 Mar 2026-Dian Maya Sari - Terbaca 138 x
7 . Potensi Rumput Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan
  Rabu, 25 Mar 2026-https://bahasa.newsbytesapp.com/ - Terbaca 155 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 97 x
2 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 116 x
3 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 147 x
4 . Peneliti UNDIP Kembangkan Teknologi Inovasi Pengering Rumput Laut
  Rabu, 25 Mar 2026 - https://kemdiktisaintek.go.id/ - Terbaca 151 x
5 . Cara Membuat Karagenan Rumput Laut yang Praktis
  Senin, 09 Mar 2026 - https://jualmesinrumputlaut.wordpress.com/ - Terbaca 248 x
6 . Manfaat Jelly Berbahan Rumput Laut untuk Berbuka, Dukung Asupan Serat Selama Ramadan
  Senin, 02 Mar 2026 - https://lifestyle.bisnis.com/ - Terbaca 231 x
7 . “Rumput Laut + Magnet + Biomassa E. coli” untuk Menangkap Tetrasiklin dari Air
  Senin, 23 Feb 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 236 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,641,864 Kali
Member JaSuDa 10,757 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin