
Tim Ekspedisi LIPI Ambon berhasil menemukan hamparan rumput laut jenis Eucheuma Sargassum dalam jumlah melimpah yang tumbuh secara alamiah di perairan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Konservasi Sumber Daya Laut LIPI Ambon, Pamudji, di Ambon, Selasa.
Ekspedisi Widya Nusantara (E-WIN) yang dilakukan LIPI Ambon, pada Juli tahun 2007 menyatakan komoditi rumput laut jenis Eucheuma Sargassum bernilai ekonomis dan menjadi rebutan di pasaran dunia.
"Sejauh ini belum dikelola optimal oleh masyarakat setempat dan hanya dimanfaatkan untuk konsumsi sehari-hari. Padahal rumput laut jenis ini paling laku di pasaran dunia karena menjadi bahan dasar industri kosmetik dan farmasi karena mengandung kadar alginat yang sangat tinggi," katanya.
Ekspedisi itu pun menemukan kondisi air laut yang bersih dan bebas dari pencemaran lingkungan, serta kadar air yang sesuai memungkinkan rumput laut ini tumbuh dan berkembang secara alamiah dengan baik, di samping bebas dari gangguan predator.
Sehubungan dengan itu dia menghimbau Pemprov Maluku maupun Pemkab SBT untuk mulai melirik potensi sumber daya hayati laut ini untuk dikembangkan dalam skala besar, mengingat pengembangannya tidak membutuhkan modal besar dan waktu lama, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Ini peluang besar bagi Pemprov Maluku dan Pemkab SBT untuk mengarahkan masyarakat guna mengembangkannya bagi peningkatan kesejahteraan mereka di masa mendatang, tentunya dengan menjaga ekosistem yang ada," katanya.
E-WIN 2007 yang dilakukan LIPI Ambon, menurut Pamudji, sebenarnya dipusatkan di Kepulauan Raja Ampat, namun atas permintaan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, ekspedisi tersebut dilakukan pula di wilayah pesisir Kabupaten SBT dengan tujuan untuk melihat sejauh mana potensi perairan yang ada di wilayah itu.
Kendati tidak menemukan jenis baru (new species) biota laut maupun terestrial, namun banyak ditemukan biota-biota yang belum pernah tercatat selama ini, di wilayah Maluku, sedangkan di wilayah Raja Ampat, beberapa biota yang diduga species baru telah ditemukan, baik flora maupun faunanya.