
Wilayah Kecamatan Nusa Penida merupakan penghasil terbesar rumput laut jenis cottonii untuk daerah Bali,tapi tidak berarti petani rumput laut di Wilayah Nusa Lembongan, Nusa Ceningngan, dan Nusa Penida lalu dapat dengan mudah melepaskan diri dari permainan harga sepihak para pengepul - pembeli- lokal.
Hal-hal seperti penjemuran di atas tanah,kadar air yang sangat tinggi (MC48) pada tingkat petani, panen yang dilakukan kurang dari 40 hari, membuat harga beli ditingkat petani sangat rendah (antara Rp.2200-Rp.2400).
Harga serendah ini pun tidak memberi kepada para petani kesempatan untuk memutuskan apakah mereka akan menjual atau tidak hasil panen mereka dengan standart kualitas tertentu.
Tentu saja petani lebih memilih praktek perlakuan paska panen dengan cara paling murah, dan singkat kalau perlakuan berkualitas tidak memberikan pada mereka perbedaan harga.
"Ah, sama saja.. mau dipasir atau di para-para)" kata, salah seorang petani yang kami temui.
Selain itu,pemanfaatan wilayah laut untuk pariwisata juga menjadi kendala pengembangan lahan budidaya rumput laut di wilayah laut dalam, dengan teknik yang berbeda dari yang sekarang digunakan para petani di Wilayah Nusa Penida, yaitu sistem tanam dasar.