Untitled Document
Senin , 04 Mei 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Pariwisata, Kendala Budidaya Rumput Laut di Badung
Kamis, 17 Apr 2008 - Sumber: balipos.com - Terbaca 5584 x - Baca: 01 May 2026
 
Kabupaten Badung memiliki sentra-sentra pertanian rumput laut yang tersebar di sejumlah wilayah. Jika ditotal, potensi lahannya mencapai 125 hektar. Dari jumlah tersebut yang telah dimanfaatkan sekitar 105 hektar. Dengan luas lahan tersebut Badung menghasilkan rumput laut kering yang siap diolah sekitar 41.538,62 ton pada tahun 2007 lalu, atau dengan nilai nominal sekitar hampir Rp 25 milyar.



Sisa lahan potensial sebanyak 20 hektar lagi, pengembangannya masih terbentur sejumlah kendala. Kendala itu di antaranya keadaan geografis pantai yang sulit dijangkau. Wilayah perbukitan di sekitar pantai masih menjadi penghalang upaya pengembangan.



Kendala lain justru terjadi karena ulah manusia. Alih fungsi lahan untuk sektor pariwisata, memiliki andil cukup besar. Kebutuhan akan view bagi hotel ataupun vila memaksa petani bergeser dari lahan pertaniannya. Lahan pertanian dicaplok pagar dan bangunan pihak investor. Petani tidak berdaya ketika hal itu berlangsung. Dan, ini terjadi terutama di wilayah Kuta Selatan.



Lantas ini salah siapa? Bukan salah petani atau investor, tetapi semestinya pemerintah sebagai pemegang kebijakan punya andil sangat besar untuk ini. Di mana pemerintah seharusnya bisa memberikan ruang gerak yang cukup bagi petani untuk mengembangkan usahanya.



Di Sawangan, misalnya, gara-gara ada pembangunan vila sekitar tahun 2004 lalu, petani setempat tergusur. Pihak pengembang yang telah mengantongi izin tidak mau pantai ''dikotori'' lahan rumput laut. Lantas petani digeser dan ditata ulang. Lahan pertanian rumput laut yang dulunya seluas 40 hektar terpaksa disusutkan. Menjadi hanya sekitar 20 hektar.



Lahan tersebut dikelola untuk 100 orang anggota kelompok tani yang sekarang bernama Artha Segara Murti. Padahal, sebelum adanya penggusuran lahan, jumlah petani yang menggantungkan hidupnya berjumlah 252 orang. Cukup ironis nasib petani, padahal jika ditanya kualitas, baik petani maupun pemerintah setempat berani berbangga hati. Apalagi di daerah pantai Sawangan dan Geger yang punya predikat terbaik di Badung.



Kualitas rumput laut Badung jauh lebih baik dibandingkan rumput laut di daerah Nusa Penida yang notabene punya kuantitas produksi lebih besar ketimbang Badung. Apa indikator hal tersebut? Tidak lain harga jual rumput laut kering di tingkat petani Badung yang jauh lebih tinggi yakni Rp 7.000 per kilogram.



Wayan Rembeng dan rekannya, petani rumput laut di daerah tersebut menuturkan, saat ini hasil panen yang mereka dapatkan mengalami sedikit penurunan. Jika sebelumnya panen ditotal selama tiga bulan mereka bisa dapat 700 kg tiap tiga bulan, sekarang panen berkisar satu kampil per bulan (satu hingga dua kuintal). Saat panen, para pengepul akan datang mencari mereka. Di mana hasil panen ini nantinya dibawa terutama ke Surabaya.



Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Badung Putu Oka Swadiana didampingi Humas I Wayan Netra dan staf Statistik dan Perencanaan Ketut Agus Sujana menyebutkan, saat ini terdapat 12 kelompok tani rumput laut di wilayah Badung. Tersebar di wilayah Kutuh sebanyak 5 kelompok, Sawangan (1), Ungasan (2), Pecatu (3) dan satu kelompok di Geger.



Tujuh ribu ton rumput laut khususnya jenis Eucheuma Cottonii berhasil diproduksi kelompok nelayan di wilayah Badung tiap bulannya. Sementara untuk total produksi mencapai 41.538,62 ton pada tahun 2007. Jumlah tersebut masih kalah dengan produksi pada tahun 2006 yang mencapai 54.060,22 ton.



Penurunan kuantitas produksi itu banyak dikatakan akibat kualitas bibit yang ada sekarang telah menurun. Diperkirakan, faktor genetik yang diturunkan termasuk kondisi alam saat ini banyak berandil besar.



''Bibit sekarang kualitasnya sudah tidak bagus lagi. Perlu semacam peremajaan dengan mengganti yang baru. Faktor pemanasan global, juga ikut andil terutama dalam peranannya merangsang pertumbuhan gulma di sekitar tanaman rumput laut,'' kata Netra.



Untuk itulah, saat ini Pemkab Badung khususnya Diskanlut tengah mengupayakan pengadaan bibit yang didrop dari Filipina sebanyak 20 ton untuk membantu petani, terutama yang tergabung di dua belas kelompok tani yang ada di wilayah Badung. Sesuai rencana, pada tahun 2008 ini sudah mulai disalurkan dengan pelaksanaan yang ditenderkan. Bantuan bibit disesuaikan dengan luas dan jumlah petani yang ada di masing-masing wilayah.
 
 
 
More Berita
 
1 . Pelatihan Integrated Ulva spp. Value Chain Training
  Selasa, 28 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 56 x
2 . DPR Dukung Rumput Laut dan Singkong Jadi Pengganti Plastik Impor
  Senin, 20 Apr 2026-https://www.babelinsight.id/ - Terbaca 65 x
3 . Pengiriman Ulva sebagai Bahan Baku Industri Terus Meningkat
  Jumat, 10 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 93 x
4 . Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan
  Selasa, 07 Apr 2026-https://www.suara.com/ - Terbaca 107 x
5 . KM Logistik Nusantara 5 Tambah Kapasitas untuk Dukung Pengiriman Rumput Laut
  Selasa, 31 Mar 2026-https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 117 x
6 . Kunjungan KKP ke Jasuda, Olahan Rumput Laut Sulsel Siap Naik Level
  Jumat, 27 Mar 2026-Dian Maya Sari - Terbaca 138 x
7 . Potensi Rumput Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan
  Rabu, 25 Mar 2026-https://bahasa.newsbytesapp.com/ - Terbaca 155 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 97 x
2 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 116 x
3 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 147 x
4 . Peneliti UNDIP Kembangkan Teknologi Inovasi Pengering Rumput Laut
  Rabu, 25 Mar 2026 - https://kemdiktisaintek.go.id/ - Terbaca 151 x
5 . Cara Membuat Karagenan Rumput Laut yang Praktis
  Senin, 09 Mar 2026 - https://jualmesinrumputlaut.wordpress.com/ - Terbaca 248 x
6 . Manfaat Jelly Berbahan Rumput Laut untuk Berbuka, Dukung Asupan Serat Selama Ramadan
  Senin, 02 Mar 2026 - https://lifestyle.bisnis.com/ - Terbaca 231 x
7 . “Rumput Laut + Magnet + Biomassa E. coli” untuk Menangkap Tetrasiklin dari Air
  Senin, 23 Feb 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 236 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,641,872 Kali
Member JaSuDa 10,757 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin