
pertama belum menemukan adanya aktivitas budidaya rumput laut, namun setelah Survey Tim Seaplant.net kedua Binongko nampak lebih berkembang dalam budidaya rumput laut. Kecamatan Binongko terletak di bagian Selatan gugusan pulau-pulau tukang besi yang merupakan salah satu kecamatan paling ujung di Kabupaten Wakatobi.
Secara geografis terletak di antara 5.85° - 6.15° Lintang Selatan dan 123.85° - 124.15° Bujur Timur. Dengan luas kecamatan 156.00 Km² dengan jumlah penduduk pada akhir tahun 2003 sebanyak 13.634 jiwa, laki-laki 6.836 jiwa dan perempuan 6.798 jiwa, serta kepadatan penduduk 91 jiwa/ Km².
Perjalanan ke Binongko dari Wanci hanya dapat di tempuh dengan menggunakan Kapal-kapal laut, sebab tidak ada jalan darat yang dapat menghubungkan kedua pulau tersebut. Namun aksesibilitas jalan di hampir seluruh desa di Binongko dapat di lalui oleh kendaraan bermotor.
Aktifitas penanaman rumput laut di daerah Binongko baru di mulai sekitar bulan maret 2005 lalu. Selain rumput laut bagi penduduk di kecamatan Binongko adalah Nelayan, Pegawai Negeri Sipil, jagung, ubi dan pandai besi dan tidak di jumpai adanya ladang persawahan pada daerah ini hal tersebut disebabkan oleh kondisi lahan yang tidak subur dan tersusun sebagian besar dari karst atau batu kapur.
Infrastruktur yang di gunakan oleh petani rumput laut di daerah ini adalah para-para, jaring dan bambu. Dimana metode penanamannya adalah longline, rakit dan jaring.
Yang paling pertama melakukan penanaman didaerah ini merupakan pemilik lahan. Rata-rata petani mempunyai modal sendiri. Sebagai daerah baru dalam budidaya rumput laut belum ada penyuluhan tentang rumput laut pada mereka sebelumnya. Tim GIS membagikan brosur tentang beragai cara penanaman dan bendera Jasuda pembatas rumput laut kepada mereka, serta memberikan sedikit informasi yang mereka butuhkan tentang budidaya rumput laut.
Ada empat desa di Binongko memiliki Warung Telekomunikasi satelit, para penduduk jika ingin berhubungan dengan kerabat dari luar daerah mereka dapat menggunakan alat tersebut dengan membayar sebesar Rp.2000 hingga Rp10.000 sekali berkomunikasi. Sementara dari 12 desa hanya sembilan desa yang memiliki Akses terhadap PLN. Sedangkan untuk sarana pendidikan di kecamatan ini di jumpai SD, SMP dan satu SMA.
Pemanenan biasanya dilakukan 40 hingga 60 hari, sedangkan untuk bibit 15 hingga 60 hari. Sumber awal bibit mereka sebagian besar berasal dari Maumere dan Kaledupa yang merupakan daerah terdekat dari lokasi mereka. Harapan mereka diberikan bantuan berupa modal dan berharap agar harga di pasaran menjadi stabil.
Pada akhir januari 2005 ketika tim seaplant.net melakukan survey pertama belum menemukan adanya aktivitas budidaya rumput laut, namun sekarang Binongko nampak lebih berkembang dalam budidaya rumput laut dan mempunyai harapan dalam perkembangan daerah.