
Ekspor rumput laut Sulsel pada 2007 anjlok hingga 13.029 ton. Penurunan tersebut disebabkan tidak adanya proteksi dari Pemprov Sulsel atas tata niaga ekspor rumput laut. Dampaknya Sulsel kehilangan devisa dari sektor rumput laut sebesar Rp12.671.802.000. Ketua Umum DPP Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) Safari Azis mengatakan anjloknya harga rumput laut Sulsel bukan disebabkan penurunan produksi, melainkan tidak adanya proteksi dari pemerintah.
Safari juga mengatakan dari total ekspor rumput laut di Sulsel sebesar 15.321 ton pada 2007, masih ada 20 persen volume rumput laut yang diekspor. "Tapi tidak melalui Sulsel langsung ke negara tujuan ekspor, namun melalui Pulau Jawa. Jadi, devisa Sulsel dirampas oleh Pulau Jawa," beber Safari.
Menurut dia, produksi rumput laut Sulsel jangan dijual antarpulaukan. Tetapi harus diekspor langsung dengan melalui pengisian formulir Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang notabene terdaftar di Bank Indonesia (BI).
"Kesannya sekarang, Sulsel selalu mendengung-dengungkan produksi rumput laut ditingkatkan, namun hasil devisa ekspornya diambil daerah lain. Ini kan tidak fair. Makanya, Disperindag Sulsel harus melakukan langkah antisipasi dengan melakukan proteksi ekspor," jelas Safari.
Dia mengaku persoalan ini telah disampaikannya kepada DPR RI, khususnya Panitia Khusus (Pansus) yang menangani masalah rumput laut di Indonesia pada 11 Maret. Para petani atau pedagang rumput laut di Sulsel bisa saja menjual komoditas ini kepada penjual di luar Sulsel, termasuk di pulau Jawa.
"Tapi harus ada PEB-nya, karena sudah pasti rumput laut ini akan diekspor. Kalau tak ada PEB-nya dari pemerintah, maka yakin saja komoditi ekspor ini tak akan menghasilkan devisa, tapi hanya penghasilan perdagangan dari pembelian antarpulau, jadi rugi," tegas Safari.
Sekadar informasi, volume dan nilai ekspor rumput laut Sulsel sepanjang 2007 memang anjlok hingga 13.029 ton. Tahun lalu volume ekspor rumput laut Sulsel mencapai 15.321 ton. Padahal tahun sebelumnya mencapai 28.350 ton. Kondisi Sulsel ini berbeda dengan volume ekspor nasional, yakni 95.588 ton 2006 lalu, naik menjadi sekira 98.000 ton di akhir 2007 lalu