
MEDAN (SINDO) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut bekerja sama dengan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Sumut akan mulai mengembangkan rumput laut di Belawan bulan ini.
”Maret ini kami akan mulai di Belawan. Mengenai lokasi dan waktu persisnya, masih dibicarakan lagi. Dengan kerja sama ini, kami sudah mempunyai model, sekarang saatnya memperluas sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut Bidang Perbankan dan Keuangan Gunawan Tio di Medan.
Menurutnya, pengembangan budi daya rumput laut di sana akan memanfaatkan lahan bekas tambak udang yang sudah tidak dikembangkan lagi. Rencana pengembangan di Belawan, kata dia, sejalan dengan pengembangan budi daya rumput laut di Desa Selotong, Kec Sicanggang, Kab Langkat, seluas 64 hektare (ha).
”Target luas lahan yang akan dikembangkan tahun ini sebesar 10.000 ha dari ratusan hektare lahan rumput laut yang telah kami inventarisasi dengan rata-rata produksi yang ditargetkan sebanyak 500 ton per bulan,”katanya. Pengembangan budi daya rumput laut ini akan terus digalakan hingga target lahan dan produksi yang direncanakan tercapai.Jika hal tersebut bisa dilakukan, Sumut bisa membangun satu pabrik karena pasokan telah mencukupi.
”Jika pabrik sudah dibangun, tentu kita akan dengan mudah meraup pasar ekspor. Salah satu negara yang berminat akan komoditas ini adalah Jepang. Ini akan berdampak baik untuk perekonomian daerah, terutama masyarakat yang mengembangkan komoditas ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Bapedalda Sumut Syamsul Arifin mengatakan, dengan kerja sama ini, fungsi ekosistem bisa dikembalikan dengan melakukan rekayasa ekologi sehingga menghasilkan komoditas ramah lingkungan. Saat ini, luas hutan mangrove di Sumut 350.000 ha.
Dari jumlah tersebut, yang sudah beralih fungsi menjadi tambak udang sebesar 40%. ”Hutan mangrove paling luas ada di Langkat.Tapi karena degradasi, jumlahnya semakin berkurang. Dari total yang tersisa itu,masih ada lagi beberapa hektare yang telantar karena dialihfungsikan ke perkebunan sawit,”ujarnya.