
Desa Bonto Ujung, kecamatan Batang, kab. Jeneponto terletak di pesisir pantai, sekitar 80 km ke bagian Timur Makassar. Hampir semua penduduknya menanam rumput laut. Saat ini spinosum (“agar pemburu”) tumbuh sangat baik, sebelumnya para petani di sini juga menanam cottoni. Harga rumput laut di desa ini menurun sampai Rp 2500/kg sejak akhir Mei lalu. Alasan utamanya karena mutu yang kurang memuaskan. Kelihatannya para petani mulai sadar akan pentingnya memproduksi rumput laut berkualitas tinggi, hal ini nampak dari bertambahnya para-para yang dibangun untuk penjemuran rumput laut.
Daeng Sitaba bersama beberapa rekannya awal Juni lalu mengikuti pelatihan Pengelolaan Ekonomi Rumah tangga dan Usaha yang diselenggarakan oleh IFC/PENSA di Makassar. Salah satu tindak lanjut dari pelatihan tersebut adalah Ujicoba penanaman bibit besar, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas petani. Pada taggal 2 Agustus IFC/PENSA mendatangkan 200 kg bibit (kappaphycus alvarezii), sementara para petani sudah menyiapkan tali bentangan dan lokasi. Semua anggota kelompok terlibat aktif dalam menimbang dan mengikat bibit. Ukuran bibit dalam satu ikatan adalah 200 gr dengan jarak per ikatan 25 cm. Semua anggota mengatakan bahwa besarnya bibit yang akan ditanam ini melebihi besar rumput laut yang mereka panen selama ini.
Mengapa perlu memperbesar bibit? Petani di desa ini dan hampir semua petani di Sulsel umumnya menggunakan bibit yang sangat kecil, rata-rata 10 – 20 gr per ikatan. Oleh karena itu tak heran kalau banyak petani yang mempunyai ribuan bentang dilaut. Di Bonto Ujung rata-rata petani mempunyai 300 – 400 bentang di laut, namun hasil yang diproduksi hanya mencapai 1 – 1,5 ton kering per panen. Dengan adanya penurunan harga rumput laut, banyak petani yang mulai menggantung bentangnya atau pindah ke spinosum. Ukuran bibit yang kecil memaksa petani untuk harus memiliki banyak bentang, banyak bentang tentu saja banyak biaya. Sedikit bentang asal produktif akan menghasiklan perbaikan hidup para petani. Pesan inilah yang ingin dibuktikan bersama lewat ujicoba ini. Yuk kita tunggu hasil panennya pada taggal 12 September nanti.