
Seorang pakar Rumput laut dunia dari Tokyo University Jepang, Dr. Masahiro Notoya, menemukan bahwa Rumput laut jenis Sargassum dapat bertumbuh sepanjang 40 kaki setiap tahunnya dan mampu menyerap 36 ton gas karbondioksida untuk keperluan proses photosintesis. Dengan total produksi Rumput laut dan algae di dunia menghampiri 8 juta ton setiap tahunnya terutama di Asia, maka para ahli percaya bahwa Rumput Laut dan budidaya algae menjadi salah satu senjata yang paling efektif untuk menyerap karbon dari gas karbondioksida yang juga dikenal sebagai salah satu pemicu pemanasan global. Dengan dominasi 94% flora dilautan adalah algae dan phytoplankton mikroskopis, para ahli percaya bahwa algae dan phytoplankton mikroskopis lainnya mampu menyerap karbon lebih besar dibandingkan dengan jumlah karbon yang diserap oleh ekosistem hutan manapun didaratan. Sungguh Luar Biasa !!!.
Telah diketahui bahwa 71% atau 2/3 permukaan bumi diliputi oleh perairan laut, 1% lingkungan perairan tawar dan sisanya adalah ekosistem daratan termasuk hutan. Ketika jenis-jenis flora dilingkungan terrestrial (daratan) didominasi oleh tanaman tingkat tinggi (Kingdom Plantae) maka 94% dari flora dilingkungan perairan laut didominasi oleh Kingdom Protoctista yakni “algae”. Dengan dominasinya yang demikian besar, algae selanjutnya memegang peranan penting sebagai dasar dari rantai makanan di laut.
Peranan langsung algae adalah sebagai penyedia makanan utama bagi zooplankton, ikan, kerang-kerangan dan makroorganisme lainnya. Algae juga memainkan peranan kunci dalam mengontrol iklim global melalui proses daur karbon.
Bagaimana Algae/Rumput laut mampu menyerap carbon dari udara dan apa yang dimaksud dengan daur karbon?
Sebagaimana tanaman tingkat tinggi di daratan, maka algae merupakan tanaman yang membutuhkan gas karbondioksida untuk melakukan fotosintesis. Gas karbondioksida maupun karbonmonoksida mengandung karbon yang selanjutnya memasuki lingkungan perairan karena adanya perbedaan tekanan. Pelepasan sisa-sisa metabolisme hewan laut juga menghasilkan karbon yang berasal dari gas karbondioksida. Gas karbondioksida selanjutnya diikat oleh zat chlorophyll dalam jaringan algae dan dengan bantuan cahaya matahari selanjutnya dihasilkan energi, cadangan makanan dan gas Oksigen sebagai gas buangan.
Dalam daur karbon, cadangan disimpan dalam bentuk CO2 (karbondioksida) yang tersimpan didalam air dalam bentuk kesetimbangan system asam karbonat-ion bikarbonat-karbonat. Karbon diikat menjadi senyawa organic oleh tumbuhah-tumbuhan dipindahkan ke hewan melalui herbivore dan pemangsaan dan dikembalikan kecadangan melalui pernapasan dan kegiatan bakteri. Proses inilah yang kemudian dikenal dengan daur karbon
Dari penjelasan ini, jelaslah bahwa budidaya rumput laut memberikan peranan yang sangat besar dalam mengontrol pemasanan global. Ayo!!! Mari menanam Rumput laut untuk Menyelamatkan Bumi