
Pengembangan klaster rumput laut oleh pemerintah, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp13,4 miliar.
"Pengembangan klaster-klaster tersebut menggunakan Dana Dekonsentrasi dari APBN," kata Direktur Usaha dan Investasi Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP, Widodo Farid Ma`ruf, di Jakarta.
Pemerintah Daerah (Pemda) melakukan pengembangan klaster tersebut, sedangkan pemerintah pusat hanya memberikan masukan pengelolaannya.
Widodo menjelaskan pembuatan klaster tersebut sudah dimulai yaitu klaster rumput laut di Sumenep (Jawa Timur) dan Gorontalo yang dibagi atas tiga zona.
Zona I terdiri dari usaha pembenihan rumput laut, sarana produksi budidaya rumput laut, dan pembudidayaan. Zona II berupa koperasi atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan zona III adalah kelompok industri pengolahan.
Dia memperkirakan pengembangan zona I membutuhkan dana sekitar Rp1,7 miliar, dan zona II yang ditempati koperasi atau BUMP menghabiskan dana Rp1,6 miliar. Zona III kebutuhan dananya lebih besar mencapai Rp10,1 miliar. "Saya membuat industri (pengolahan) sederhana," ujarnya.
Ma`ruf yakin industri pengolahan akan balik modal dalam tiga tahun melalui pengembangan klaster rumput laut tersebut. Sedangkan BUMD dan pembudidayanya akan lebih cepat lagi mengalami balik modal.
Rumput laut dapat dipanen dalam waktu 45 hari, bahkan menurut dia dalam 30 hari pun sudah bisa dipanen.
"Ini sangat berbeda dengan padi yang memiliki masa tanam lebih lama, kurang lebih tiga bulan," katanya.
Selain itu, lanjut Ma`ruf. pembudidayaan rumput laut tidak memakan biaya terlalu besar karena tidak memerlukan pupuk maupun obat hama. Rumput laut hanya memerlukan sinar matahari dan juga arus yang tenang.
Lebih jauh ia mengatakan pengembangan klaster pada industri rumput laut tersebut dapat meningkatkan produksi, sekaligus memberikan nilai tambah dan mendongkrak ekspor produk perikanan.
Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan volume ekspor rumput laut Indonesia pada 2007 mencapai 87,75 juta ton dengan nilai US$50,12 juta.