
Masih di sekitar wanci pada hari kedua Tim GIS menemukan lokasi yang mirip dengan daerah mawasangka, dijumpai areal budidaya rumput laut yang melimpah, dengan metode penjemuran yang baik dimana hasil panen rumput laut di jemur diatas para-para, disekitar pinggiran pantai wanci. Masa panen yang mereka lakukan berkisar 30 hingga 40 hari, dengan pembudidayaan bibit antara 20 hingga 25 hari. Pada bulan ini harga rumput laut di daerah Wanci turun dari Rp.4.700 bulan lalu hingga rata-rata Rp. 3500, sama dengan harga rumput laut di daerah Sulawesi Selatan. Menurut salah satu sumber kami harga rumput laut turun disebabkan oleh tidak beroperasinya pabrik yang ada di Denmark dan Perancis, yaitu Negara yang paling banyak mensuplai rumput laut dari daerah Sulawesi. Hal ini boleh jadi mengimbas harga rumput laut Wanci.
Sebagian petani di Wanci yang mempunyai rumput laut lebih banyak dari petani yang lainnya. Seperti Daharuddin yang sudah 20 tahun menanam rumput laut untuk sementara menampung rumput lautnya, “menunggu harga kembali normal “katanya.
Kendala utama pada saat ini yang mereka hadapi adalah banyaknya rumput laut yang rusak dan juga permodalan, sebagian petani yang kurang mempunyai modal banyak mengambil modal untuk budidaya rumput laut dari Kolektor sehingga mereka harus menjual rumput laut mereka pada kolektor tersebut meski harga yang diberikan lebih rendah dari kolektor yang lain. Namun yang mempunyai modal lebih dapat menjual hasil budidaya mereka ke pengumpul atau pedagang besar yang mereka sukai.
Petani cenderung menjual rumput laut mereka ke pengumpul lokal bukan ke pedagang besar di Bau-bau disebabkan oleh kendala transportasi ke Bau-bau atau kendari yang cukup jauh. Serta besarnya rumput laut yang mereka bawa tidak sebanding dengan biaya transportasi ke pusat penjualan rumput laut. Hal lain pula yaitu ketika mereka membawa rumput laut ke Pedagang besar terkadang harga rumput lautnya tidak langsung di bayarkan tetapi menunggu untuk beberapa waktu kemudian dibayarkan.
Lokasi budidaya rumput laut di daerah Wanci masih dapat di lalui oleh kendaraan bermotor yaitu mobil dan motor. Tim GIS untuk Survey umum di daerah wanci menggunakan Mobil, kemudian menggunakan Motorboat yang di sewa dari TNC-WWF. Dari diskusi dengan petani dan pengamatan langsung di lapangan Tim GIS menemukan bahwa aktivitas budi daya rumput laut di kepulauan Wanci semakin hari semakin bertambah. Serta jalur distribusi mereka rata-rata di suplai dari Wanci langsung ke Bau-bau.
Organisasi yang paling aktif dalam memantau perkembangan pengguna sumber daya di daerah ini adalah TNC-WWF, serta dari pemerintah yaitu Depatemen Kehutanan atau BTNKW (Balai Taman Nasional Wakatobi.