Untitled Document
Senin , 04 Mei 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Lokakarya Marikultur Lestari
Selasa, 11 Dec 2007 - Sumber: Dina Saragih - Terbaca 5493 x - Baca: 03 May 2026
 
Pembangunan yang sedang dilakukan umat manusia telah mengubah planet kita pada skala dan tingkat yang tak terkatakan. Kita semua perlu mempelajari dan memahami permasalahan serta solusinya. Tidak cukup sekedar mengkaji permasalahan: Kita harus berkomunikasi satu sama lain (pada tingkat local, juga antar Negara dan budaya).



Apakah ikan-ikan megalami kepunahan? Ya! Stok makanan laut secara global diperkirakan akan colaps pada tahun 2048 (29% sudah punah), science 2006.



Pada 2030 diperlukan 37 juta ton ikan per tahun untuk mempertahankan level konsumsi ikan seperti saat ini. Budidaya ikan adalah sector produksi pangan yang tumbuh paling pesat (tingkat pertumbuhan tahunan sejak 1970 sebesar 8,8%). 45% dari konsumsi (48 juta ton) ikan berasal dari produk budidaya. 2 milyar tambahan penduduk pada 2030, mengharuskan produksi budidaya yang setara dengan 85 juta ton ikan untuk mempertahankan tingkat konsumsi saat ini (tidak ada pertumbuhan).



Potensi Coral Triangle (Segitiga Terumbu Karang yang meliputi: Indonesia, Philipina, Malaysia, Timor Leste, Kepulauan Salomon dan Papua New Guinea) antara lain merupakan “Marine Amazon”, sebagai pusat keragaman dan kelimpahan keanekaragaman hayati laut di bumi; memiliki sumberdaya kelautan yang menopang kehidupan lebih dari 120 juta jiwa; tempat pemijahan dan sumber makanan yang penting bagi ikan tuna dan merupakan daerah migrasi dan habitat yang penting bagi spesies-spesies yang dilindungi.



Issu utama di wilayah Coral Triangle antara lain: sangat sensitive terhadap banyak ancaman seperti eksploitasi yang tidak ramah lingkungan, illegal fishing, polusi dan perubahan iklim.



Secara garis besar tujuan dari pertemuan ini adalah untuk mencari solusi yang berkesinambungan atas permasalahan yang sedang terjadi di Segitiga Terumbu Karang serta berbagi sejumlah pembelajaran yang telah dilakukan oleh sejumlah pihak.



Lokakarya yang berlangsung pada 27-30 November ini digagas oleh Konsorsium Mitra Bahari dan didukung oleh IFC, Yayasan SEAPlant Net, Mars Symbioscience dan Bakti. Konsorsium Mitra Bahari adalah sebuah konsorsium yang independen dan bekerja bersama untuk menguatkan kapasitas masyarakat pantai dan pulau-pulau kecil dalam mengelola dan mengembangkan sumberdaya kelautan. Lokakarya ini diikuti lebih dari 100 peserta dari unsur Pemerintah, Perguruan Tinggi, Pengusaha, Donor dan Peneliti dari berbagai Negara (Indonesia, Australia, Amerika, Philipina, Jerman dan Jepang). Berlangsung di Makassar Golden Hotel dan diikuti dengan pembuatan struktur biorock di Pulau Barang lompo dan Pulau Badi, Sulawesi Selatan.



Lokakarya ini menghadirkan Dr. Tom Goreau dari Coral Reef Alliance; Dr. W. Gallardo dari The Asian Institute of Technology; Dr. Jamaluddin Jompa dari Coremap, Dr. R. Coloso dari SEAFDEC, Dr. Dave McKinnon dari Australian Institute of Marine Science, Noel Janetski dari Mars Symbioscience, Dr. Iqbal Djawad dari UNHAS dan Dr. Iain Neish dari SEAPlant.Net serta Dr. Peter Chaille dari University of California, Santa Barbara. Kesemuanya memaparkan perkembangan terkini dari marikultur yang terintegrasi dan lestari dan mendiskusikan kesempatan-kesempatan bekerjasama yang lebih besar.



Dari diskusi kelompok yang difasilitasi jelas terlihat keinginan para pengusaha untuk terlibat aktif dalam mendukung Konsorsium Mitra Bahari. Ujicoba dan pengembangan pupuk dari tanaman laut serta budidaya abalone dan tripang menarik minat banyak pihak untuk segera membuat pilot project. Dua MoU berhasil ditandatangani dalam lokakarya tersebut, yaitu antara Mars Symbioscience - Fakultas Perikana UNHAS untuk redevelop fasilitas hatchery di Pulau Barang Lompo dan antara Yayasan SEAPlant.Net – Mars Symbioscience – Fakultas Perikanan UNHAS untuk mengembangkan Integrated Mariculture di Kepulauan Spermonde.



Peserta lokakarya yang dipandu oleh Dr. Tom Goreau juga berkesempatan untuk ikut aktif dalam membuat struktur biorock di Pulau Barang Lompo. Selain itu para peserta juga terlibat aktif dalam pemasangan struktur biorock di Pulau Badi. Saat ini di Pulau Badi sedang diujicobakan maricultur (Kappaphycus alvarezii, gracilaria spp dan biorock).
 
 
 
More Berita
 
1 . Pelatihan Integrated Ulva spp. Value Chain Training
  Selasa, 28 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 57 x
2 . DPR Dukung Rumput Laut dan Singkong Jadi Pengganti Plastik Impor
  Senin, 20 Apr 2026-https://www.babelinsight.id/ - Terbaca 66 x
3 . Pengiriman Ulva sebagai Bahan Baku Industri Terus Meningkat
  Jumat, 10 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 93 x
4 . Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan
  Selasa, 07 Apr 2026-https://www.suara.com/ - Terbaca 107 x
5 . KM Logistik Nusantara 5 Tambah Kapasitas untuk Dukung Pengiriman Rumput Laut
  Selasa, 31 Mar 2026-https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 117 x
6 . Kunjungan KKP ke Jasuda, Olahan Rumput Laut Sulsel Siap Naik Level
  Jumat, 27 Mar 2026-Dian Maya Sari - Terbaca 138 x
7 . Potensi Rumput Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan
  Rabu, 25 Mar 2026-https://bahasa.newsbytesapp.com/ - Terbaca 155 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 97 x
2 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 116 x
3 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 147 x
4 . Peneliti UNDIP Kembangkan Teknologi Inovasi Pengering Rumput Laut
  Rabu, 25 Mar 2026 - https://kemdiktisaintek.go.id/ - Terbaca 151 x
5 . Cara Membuat Karagenan Rumput Laut yang Praktis
  Senin, 09 Mar 2026 - https://jualmesinrumputlaut.wordpress.com/ - Terbaca 248 x
6 . Manfaat Jelly Berbahan Rumput Laut untuk Berbuka, Dukung Asupan Serat Selama Ramadan
  Senin, 02 Mar 2026 - https://lifestyle.bisnis.com/ - Terbaca 231 x
7 . “Rumput Laut + Magnet + Biomassa E. coli” untuk Menangkap Tetrasiklin dari Air
  Senin, 23 Feb 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 236 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,641,888 Kali
Member JaSuDa 10,757 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin