
Di tengah- tengah kesibukan ‘Sustainable Mariculture Meeting’ di Makassar, pada hari Kamis 29 November 2007, Yayasan SEAPlant Network diundang oleh KAPET (Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu) Pare- Pare untuk mengadakan kontak di desa Pancana dengan para petani di Kabupaten Barru.
Yayasan SEAPlant diwakili oleh Irsan Yanuar bersama dengan para buyer seperti PT. Kenzie (H Hasan Basri dan Abdi Azis) juga PT Sri Arjuna (Sutopo dan Subur) sehingga kontak bisnis dapat segera dilaksanakan.
Acara dihadiri oleh Wakil Kepala Kapet, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.Barru, Kospermindo (Ibu Mila dan Arman Arfah) dan perwakilan Bank Sulsel. Tujuan pertemuan adalah untuk menjembatani komunikasi antar penjual dan pembeli rumput laut, serta berbagi pengalaman dalam berbisnis rumput laut.
Kebanyakan dari petani yang hadir membudidayakan Gracilaria, sementara Cottonii baru saja dimulai. Pada umumnya para petani sangat mengharapkan bimbingan budidaya baik dari SEAPlant maupun dari DKP. Selain itu para petani juga mengharap kepastian pasar dari para buyer. Kabupaten Barru dengan 98Km panjang pantai sangatlah berpotensi untuk pengembangan rumput laut.
Dalam forum ini, SEAPlant menyampaikan visi mengenai budidaya kelautan di masa mendatang, yang sedang dibahas dalam ‘Sustainable Mariculture Meeting’ di Makassar. Beberapa tips dan kiat untuk mempromosikan produk juga telah disampaikan. Kospermindo yang selama ini banyak bergerak dalam komoditas Gracilaria juga menjelaskan tentang penting kualitas dan mengenali kebutuhan pembeli.
Pertemuan ditutup dengan tukar menukar kontak antara kelompok tani dengan buyer sehingga terbukalah peluang bisnis di masa mendatang. Kepala Desa Pancana pun akan menindaklanjuti dengan mengirimkan data petani ke Yayasan SEAPlant untuk ditindaklanjuti.